Advertisement

Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Banjararum, Tembok Rumah Warga Jebol

Andreas Yuda Pramono
Jum'at, 05 Mei 2023 - 16:57 WIB
Arief Junianto
Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Banjararum, Tembok Rumah Warga Jebol Ilustrasi longsor. - Pixabay/Saiful Mulia

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGOTanah longsor terjadi di sejumlah titik di empat padukuhan di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kamis (4/5/2023). Longsor tersebut terjadi setelah hujan deras.

Jogoboyo Kalurahan Banjararum, Agus Sumarwata mengatakan hujan deras yang terjadi pada Kamis tersesbut menyebabkan longsor di empat padukuhan di Kalurahan Banjararum.

Advertisement

“Pertama ada di Padukuhan Mejing dengan dua longsoran dalam satu jalan kalurahan yang mengakibatkan jalan tersebut harus ditutup untuk roda empat. Soalnya di bawah jalan itu sudah hampir habis tanahnya, jadi tidak mungkin dilewati roda empat. Tebing yang longor cukup tinggi sekitar delapan meter dan lebar longsor sekitar tujuh meter,” kata Agus, Jumat (5/5/2023).

Selain itu, Padukuhan Brajan juga terdapat dua titik longsor yaitu berada di depan Masjid Pengkol dan ruas jalan Nogosari menuju Brajan. Berbeda dengan di  Padukuhan Mejing, kendaraan roda empat masih dapat melewati ruas jalan Nogosari menuju Brajan.

Kemudian, Paduhan Popohan terdapat longsor yang menyebabkan akses jalan menuju rumah warga tertutup. Saat ini situasi longsor di ketiga padukuhan tersebut sudah terkendali kecuali di Padukuhan Sentul. “Di Padukuhan Sentul itu, perkiraan akan memakan waktu tiga hari soalnya volume longsornya cukup banyak,” katanya.

Agus menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di Padukuhan Sentul sekitar pukul 17.30 WIB mengakibatkan sebagian rumah milik Ponidi jebol dan teras depan rumah tertimbun longsoran. Pascalongsor, baik sukarelawan maupun kepolisian telah bekerja bakti membersihkan material longsoran.

Tinggi tebing yang longsor di Padukuhan Sentul mencapai 15 meter dengan lebar longsor mencapai tujuh meter. Sedangkan ketebalan longsoran mencapai sekitar tiga meter.

Dia menegaskan, alat berat tidak dapat dibawa masuk ke pekarangan miliki Ponidi. Karena itu kerja bakti pembersihan material hanya dapat dilakukan secara manual.

Jelasnya, Pemerintah Kalurahan akan mengirimkan bantuan bata dan semen. Sementara Kampung Siaga Bencana (KSB) Banjararum dan BPBD telah memberikan paket logistik. Begitupun dengan Bumdesma Kalibawang Mandiri telah memberikan bantuan uang kepada keluarga Ponidi.

BACA JUGA: Musim Kemarau Disertai Hujan & Angin, Waspadai Potensi Bencana di Gunungkidul

Sementara itu, pemilik rumah, Ponidi mengatakan bahwa rumahnya yang berada di RT 86 Padukuhan Sentul terdampak longsor hingga menyebabkan satu kamar berukuran 3 x 3 meter jebol.

“Istri saya yang mendengar suara kamar jebol akibat longsoran. Dia langsung teriak dan langsung membawa cucu saya yang nangis pergi,” kata Ponidi ditemui di rumahnya.

Satu rumah tersebut diisi oleh dua Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak lima penghuni. Selain logistik, Ponidi mengatakan BPBD juga memberikan bantuan terpal untuk menutup tebing agar tidak makin tergerus apabila terjadi hujan.

Setidaknya untuk membangun kamar yang jebol tersebut memakan anggaran Rp5 juta. Saat ini, keluarga Ponidi terpaksa mengungsi di rumah saudaranya yang berjarak sekitar 250 meter dari rumahnya. Tegasnya longsor kali ini merupakan yang ke tiga kalinya sejak tahun 2016.

“Di titik yang sama sudah longsor sebanyak tiga kali. Pertama kali pada 2016, yang kedua 2020, dan pada 2023. Semuanya parah dan sebabnya dari hujan deras. Kamar itu juga jebol tiga kali sesuai dengan kejadian longsor itu tadi,” katanya.  

Di lain pihak, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa mengatakan bahwa selain di empat padukuhan di Kalurahan Banjararum tersebut, terdapat juga longsor di kalurahan lain.

“Melalui laporan pada 4 Mei lalu, BPBD mencatat kejadian longsor di Padukuhan Pringtali, Kalurahan Jatimulyo sekitar pukul 20.00 WIB,” kata Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mendaku Gantikan Twitter, Elaelo Kini Justru Kena Suspend

News
| Senin, 17 Juni 2024, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Mantap, Hidupkan Laguna Pengklik, Pemuda di Srigading Bikin Wisata Kano

Wisata
| Minggu, 16 Juni 2024, 20:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement