Bukan Cuma Memilih, Pelajar di Jogja Diminta Awasi Wakil Rakyat
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Ilustrasi penembakan/Ist-Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyerahkan penanganan kasus penembakan oleh anggota Polsek Girisubo atas nama Briptu MK pada proses hukum yang sedang berlangsung.
Diketahui sebelumnya, seorang warga Dusun Wuni, Kapanewon Girisubo yang bernama Aldi Aprianto tewas tertembak peluru dari senjata milik Briptu MK dalam sebuah acara musik.
Sultan tak banyak berkomentar, menurutnya proses hukum akan berjalan dalam kasus tersebut. “Saya enggak tahu persis, kami lihat dulu itu sengaja atau tidak, dan sebagainya. Nanti kan ada proses, kan mungkin itu kan polisi, mestinya dilakukan pemeriksaan, biar itu urusannya polisi,” katanya.
BACA JUGA: Dangdutan Ricuh, Pemuda Gunungkidul Tewas Tertembak Senapan Polisi
Terkait dengan penggunaan peluru dalam proses pengamanan acara hiburan, Sultan mengaku tidak mengetahui secara persis. Menurutnya itu merupakan kewenangan pihak kepolisian untuk menerapkan prosedur pengamanan dalam acara hiburan.
“Enggak tahu juga. Itu wewenangnya polisi. Berjaga itu memakai peluru betul atau tidak, isi atau tidak, saya juga enggak ngerti. Biar berproses hukum saja, jangan dicampuri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI.