6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 18 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Kabupaten Kulonprogo selama pekan ketiga bulan Mei 2023.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa delapan belas kejadian tersebut terjadi di sembilan kapanewon.
“Di Galur itu ada satu, lalu Lendah dan Sentolo masing-masing ada dua, di Wates ada lima, Pengasih ada satu, Panjatan, Nanggulan, Kalibawang, dan Samigaluh masing-masing ada satu,” kata Noviartuti ditemui di kantornya pada Selasa (23/5/2023).
Dari delapan belas tersebut, sebanyak satu orang meninggal dunia dan enam belas orang luka ringan. Kerugian material mencapai Rp9 juta. Noviartuti menambahkan bahwa dari angka laka lantas tersebut, 11% di antaranya terjadi pada pukul 18.00-24.00 dan pukul 00.00-06.00, lalu 39% terjadi pada pukul 06.00-12.00 dan 12.00-18.00.
Baca juga: Profil Lengkap Puteri Indonesia 2023 Farhana Riswari, Punya Gelar Dokter
Angka tersebut menurun sebanyak dua kejadian dibandingkan dengan pekan kedua bulan yang sama yang mencapai 20 kejadian. Rinciannya adalah Galur satu kejadian, Lendah ada tiga, Sentolo dan Wates masing-masing enam, Pengasih dan Kalibawang masing-masing ada satu, dan Nanggulan ada dua. Wates masih menempati posisi teratas sebagai wilayah yang sering terjadi laka lantas.
Mengacu pada jumlah tersebut, sebanyak satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan lima belas orang luka ringan. Total kerugian material mencapai Rp6 juta.
Sebanyak 5% dari angka laka lantas pekan kedua di Kulonprogo terjadi pada pukul 00.00-06.00, lalu 20% terjadi pada 06.00-12.00, kemudian 25% terjadi pada 18.00-24.00, dan sebanyak 50% terjadi pada 12.00-18.00. Dari data selama dua pekan tersebut dapat dilihat bahwa kejadian laka lantas sering terjadi pada pukul 12.00-18.00.
Lebih jauh, Polres Kulonprogo juga telah memetaskan ruas jalan yang rawan kecelakaan yaitu di Jalan Nasional III atau Temon-Sentolo. Lalu, ruas jalan yang rawan dilanggar ada di Jalan Pahlawan atau Nagung-Karangnongko.
“Rawan macet ada di Simpang Lima Nongko hingga Jalan Pasar Wates sampai Tetek Barat, Jalan Nasional III [Giripeni, Sukoreno, dan Kalibondol],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.