34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul Tak Dapat Kontrak Baru, Ini Penyebabnya
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Wakil Ketua Kadin DIY, Robby Kusumaharta memberikan sambutan di Ruang Handayani, Pemkab Gunungkidul. Minggu (28/5/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Bidang Organisasi dan Keanggotan, Robby Kusumaharta menilai tenaga kerja Gunungkidul menjadi yang terbaik di DIY.
Hal ini disampaikan saat dia memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Kadin Capacity Development di Kantor Pemkab Gunungkidul, Minggu (28/5/2023). Menurut dia, penilaian tentang tenaga kerja ini bukan tanpa dasar.
Pasalnya, sebelumnya sudah dilakukan studi ke perusahaan-perusahaan di beberapa wilayah dan hasilnya menunjukan hal yang bagus. “Memang bagus. Memiliki etos yang ulet dan pekerja keras,” katanya.
Robby mengakui, kinerja yang bagus tidak hanya pada saat bekerja di luar daerah. Namun demikian, pada saat ditarik kembali untuk kerja di perusahaan di wilayah Gunungkidul tetap memiliki daya saing yang tinggi. “Produktivitasnya juga tinggi. Inilah kenapa yang menjadi salah satu penilaian tenaga kerja Gunungkidul terbaik di DIY,” kata Robby.
BACA JUGA: UMK Makin Tinggi, Sejumlah Pabrik Garmen di Jawa Barat Ancam Pindah ke Jateng
Meski demikian, dia menilai kapasitas tenaga kerja harus ditingkatkan. Hal ini tidak hanya untuk pekerja asal Gunungkidul, tapi juga yang berasal dari daerah lain di DIY. “Kami sudah merancang model pusat pelatihan seperti yang ada di Singapura atau Negara maju lainnya. Istilahnya bisa Balai Latihan Kerja (BLK) plus agar kompetensi dan daya saing tenaga kerja bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Menurut Robby, upaya peningkatan kapasitas tidak hanya menyasar tenaga kerga, tapi juga masuk ke ranah perusahaan. Oleh karenanya, sambung dia, digelar program Kadin Capacity Development yang berlangsung selama delapan bulan yang melibatkan 40 perusahaan di DIY. “Kami bekerja sama dengan lembaga asal Jerman untuk meningkatkan kapasitas kemampuan produksi di bidang industri sesuai dengan perkembangan jaman,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik adanya program Kadin Capacity Development. Pasalnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan dalam upaya peningkatan daya saing hingga kapasitas produksinya. “Tentunya peran dari tenaga kerja juga akan dilibatkan,” katanya.
Sunaryanta menambahkan, kegiatan ini sangat bagus karena juga sebagai upaya menyambut bonus demografi penduduk yang mulai dirasakan 10 atau 20 tahun ke depan. “Jadi ini bagian untuk menyambut bonus demografi sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Kalau tidak dioptimalkan, maka bonus tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
KPK menetapkan tersangka kasus OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,9 miliar.
Anggota DPRD Sleman Dara Ayu Suharto mendorong keterlibatan kader dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kunjungan Posyandu Keluarga.
AS menjatuhkan sanksi terhadap 16 warga Iran dan 11 perusahaan di tengah konflik yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mewaspadai ganda Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di perempat final Denmark Open 2026.
PT Pegadaian meraih dua penghargaan di Indonesia In-House Counsel Awards 2026 atas inovasi fungsi hukum, penguatan tata kelola, dan pencegahan risiko bisnis.