Wali Kota Damar Ingatkan Orangtua: Jangan Sibuk Siapkan Masa Depan
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Saryanto/Ist
BANTUL—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul meminta Dinas Pariwisata untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini. Mengingat Tim Anggaran Pemerinta Daerah (TAPD) sudah menyepakati bahwa retribusi wisata ditarget Rp50,5 miliar, lebih tinggi dari pendapatan tahunan PAD wisata yang hanya Rp30-32 miliar di tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi B DPRD Bantul yang membidangi pariwisata, Saryanto. Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Bantul selain industri dan pertanian karena menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di Bantul.
Selain itu Bantul juga menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah. “Terlihat sejumlah ruas jalan menuju obek wisata selalu ramai setiap akhir pekan dan hari libur, terutama di Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri-Mangunan. Ini menandakan bahwa wisata Bantul sudah bangkit,” katanya, Sabtu (27/5/2023).
Dengan ramainya kunjungan wisata semestinya berbanding lurus dengan peningkatan PAD. Karena itu ia meminta Dinas Pariwisata memastikan setiap wisatawan atau pengunjung membayar retribusi wisata di obek wisata yang dikelola ole Pemkab Bantul, terutama wisata pantai di bagian timur maupun barat. Terlebih saat ini Jembatan Kretek II suda beroperasi sehingga memudahkan mobilisasi wisatawan dari pantai yang satu ke pantai yang lainnya.
Karena itu penjagaan tempat pemungutan retribusi (TPR) perlu dimaksimalkan baik siang ari maupun malam hari. “Pastikan jalur-jalur tikus juga dijaga untuk memaksimalkan pendapatan daerah,” ucapnya.
Selain itu, untuk memaksimalkan PAD, politikus Partai Gerindra ini juga meminta Dinas Pariwisata segera menerapkan pembayaran retribusi non tunai untuk menghindari adanya kebocoran penarikan retribusi. Menurutnya, pembayaran retribusi non tunai lebih simple karena hampir semua wisatawan saat ini memiliki smartpone sehingga semestinya tidak ada kendala dalam penerapan retribusi non tunau. Dengan penerapan non tunai semua retribusi juga masuk ke kas daerah dan dapat mengurangi biaya cetak karcis.
Anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi kapanewon Jetis, Pundong, Bambanglipuro, dan Kretek ini menambahkan upaya lain untuk memkasimalkan pendapatan daera dari sektor wisata juga menaikkan tarif retribusi. Pihaknya melalui Komisi B memutuskan adanya kenaikan tarif retribusi wisata pantai selatan (pansela) tahun ini sebagaimana dalam pembahasan APBD 2023.
Namun Dewan menyerahkan nominal kenaikan tersebut ke Pemkab Bantul. “Intinya sudah ada keputusan untuk menaikkan dengan harapan kita bisa mendapat PAD maksimal melalui retribusi wisata,” katanya.
Melalui Komisi B juga, anggota Dewan yang kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2024 ini juga akan mendukung kemajuan pariwisata dengan mengawal penganggaran, baik penganggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana wisata, maupun anggaran untuk menggelar atraksi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.