Outlook Ekonomi 2027: Daya Beli dan Pembiayaan UMKM Jadi Ujian
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.
Sejumlah kendaraan melintasi jalan dari dan menuju objek wisata Kalibiru, Kecamatan Kokap, Selasa (21/5/2019).-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek pelebaran jalan menuju Destinasi Wisata Bendung Khayangan di Kalurahan Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo telah sampai tahap appraisal. Proses tersebut akan menentukan besaran ganti rugi sejumlah tanah milik warga.
Jabatan Fungsional Kelompok Kerja Substansi Permukiman DPUPKP Kulonprogo, Sulung Ambang Sujagad mengatakan pelebaran jalan tidak semua dilakukan sepanjang jalan menuju Bendung Kayangan. Total luasan lahan yang akan dibebaskan hanya 727,5 meter persegi.
BACA JUGA: Proyek Amphitheater Kiskendo Dilakukan Uji Laik Fungsi Sebelum Diserahterimakan
“Hanya beberapa titik saja yang perlu dilebarkan. Kalau yang sudah lebar ya tidak kami lebarkan. Pelebarannya itu hanya dari 3 meter menjadi 4 meter. Bisa salah satu sisi 1 meter atau 0,5 meter untuk kiri dan kanan,” kata Sulung dihubungi pada Kamis (8/6/2023).
Total panjang jalan yang akan dilebarkan sekitar 300 meter. Proyek tersebut menyedot anggaran dari APBD dan Dana Keistimewaan. Hanya saja, Sulung enggan menyampaikan besaran anggaran yang digunakan untuk proyek tersebut. "Jalan itu akan terhubung dengan jalan kabupaten. Dengan begitu pengunjung tidak perlu berbalik arah apabila ingin kembali pulang. Lebar jalan nanti cukup untuk dua kendaraan [roda empat] saling berpapasan,” katanya.
DPUPKP, katanya, telah mengirim permohonan pertimbangan teknis pertanahan kepada Badan Pertanahan nasional [BPN] untuk pembebasan lahan. Adapun proses appraisal dilakukan oleh tenaga ahli yang telah ditunjuk DPUPKP. Dengan adanya tenaga ahli, maka perbedaan pendapat mengenai besaran nilai/harga ganti rugi pengadaan tanah dapat diminimalkan.
“Harapan saya proyek tersebut dapat berdampak juga terhadap perkembangan wisata di sekitar atau wisata Menoreh,” lanjutnya.
Lurah Pendoworejo, Budiman mendukung pelebaran jalan tersebut. Keberadaan akses yang mumpuni akan lebih banyak mendatangkan kunjungan wisatawan. “Kemarin sudah ada sosialisasi juga [dari DPUPKP]. Saya sendiri berharap banyak potensi wisata yang lebih terangkat dengan adanya kemudahan akses. Ekonomi warga juga akan lebih leluasa dalam pengembangan,” kata Budiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
Raffi Ahmad meminta maaf setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda Polda Metro Jaya yang menuai sorotan dan menjadi perbincangan warganet.
Pemda DIY memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk deteksi dini, pemerataan layanan, dan penghapusan stigma terhadap kesehatan jiwa.