Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi senjata tajam/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dua anggota geng pelajar asal Sleman masing-masing berinisial RPS, 17 dan MDA, 16, ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di bawah Jembatan Janti, Minggu (25/6/2023) dini hari.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan penangkapan terhadap RPS dan MDA itu dilakukan sekitar pukul 01.00 Wib. Saat itu anggota kelompok sadar (Pokdar) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) melihat rombongan sebanyak lima sepeda motor yang melintas secara ugal-ugalan di depan Pasar Burung, Singosaren, Banguntapan.
Anggota Pokdar Kamtibmas yang saat itu tengah berjaga di lokasi langsung melakukan pengejaran. Sampai di simpang empat Blok O, rombongan sepeda motor geng pelajar tersebut terpecah. Ada yang kabur ke arah timur Blok O, ada yang ke arah barat dan ada yang lari ke arah utara atau ke arah Jembatan Janti.
Anggota Pokdar Kamtibmas kemudian mengejar yang ke arah Jembatan Janti. “Saksi berhasil menghentikan terduga pelaku di bawah Jembatan Janti dekat dengan rel kereta api,” katanya.
Baca juga: Pernah Melanggar Izin Keimigrasian Arab Saudi, 5 Calon Haji Dipulangkan ke Indonesia
Setelah menghentikan pemotor yang berboncengan tersebut, warga Pokdar Kamtibmas kemudian melakukan penggeledaan terhadap geng pelajar. “Saat digeledah ternyata ditemukan satu buah sajam jenis celurit yang dibawa pelaku,” ujarnya.
Kedua remaja yang tercatat masih pelajar sekolah menengah atas (SMK) swasta di Sleman tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Banguntapan untuk dilakukan pemeriksaan. Tidak lama kemudian dilimpahkan ke Polres Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Jeffry, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelajar tersebut merupakan anggota geng sekolah bernama ZTROEX (ZTM Utara Ratoe Boxo). Saat ini kedua remaja itu masih ditahan di Mapolres Bantul. Barang bukti celurit juga turut disita.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, sebelumnya mengingatkan kepada para orang tua untuk memperhatikan putra-putrinya, jangan sampai terlibat kejahatan jalanan maupun geng pelajar. Jika sampai malam hari belum pulang ke rumah agar diperhatikan. “Kami meminta peran para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya, perhatikan dengan siapa mereka bergaul, dan cari apabila pukul 22.00 WIB belum pulang. Jangan sampai mereka menjadi pelaku maupun korban kejahatan jalanan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.