PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Ilustrasi senjata tajam/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dua anggota geng pelajar asal Sleman masing-masing berinisial RPS, 17 dan MDA, 16, ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di bawah Jembatan Janti, Minggu (25/6/2023) dini hari.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan penangkapan terhadap RPS dan MDA itu dilakukan sekitar pukul 01.00 Wib. Saat itu anggota kelompok sadar (Pokdar) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) melihat rombongan sebanyak lima sepeda motor yang melintas secara ugal-ugalan di depan Pasar Burung, Singosaren, Banguntapan.
Anggota Pokdar Kamtibmas yang saat itu tengah berjaga di lokasi langsung melakukan pengejaran. Sampai di simpang empat Blok O, rombongan sepeda motor geng pelajar tersebut terpecah. Ada yang kabur ke arah timur Blok O, ada yang ke arah barat dan ada yang lari ke arah utara atau ke arah Jembatan Janti.
Anggota Pokdar Kamtibmas kemudian mengejar yang ke arah Jembatan Janti. “Saksi berhasil menghentikan terduga pelaku di bawah Jembatan Janti dekat dengan rel kereta api,” katanya.
Baca juga: Pernah Melanggar Izin Keimigrasian Arab Saudi, 5 Calon Haji Dipulangkan ke Indonesia
Setelah menghentikan pemotor yang berboncengan tersebut, warga Pokdar Kamtibmas kemudian melakukan penggeledaan terhadap geng pelajar. “Saat digeledah ternyata ditemukan satu buah sajam jenis celurit yang dibawa pelaku,” ujarnya.
Kedua remaja yang tercatat masih pelajar sekolah menengah atas (SMK) swasta di Sleman tersebut kemudian diserahkan ke Polsek Banguntapan untuk dilakukan pemeriksaan. Tidak lama kemudian dilimpahkan ke Polres Bantul untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Jeffry, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelajar tersebut merupakan anggota geng sekolah bernama ZTROEX (ZTM Utara Ratoe Boxo). Saat ini kedua remaja itu masih ditahan di Mapolres Bantul. Barang bukti celurit juga turut disita.
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, sebelumnya mengingatkan kepada para orang tua untuk memperhatikan putra-putrinya, jangan sampai terlibat kejahatan jalanan maupun geng pelajar. Jika sampai malam hari belum pulang ke rumah agar diperhatikan. “Kami meminta peran para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya, perhatikan dengan siapa mereka bergaul, dan cari apabila pukul 22.00 WIB belum pulang. Jangan sampai mereka menjadi pelaku maupun korban kejahatan jalanan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSM Makassar resmi melepas empat pemain, termasuk Reza Arya dan Alex Tanque, sebagai bagian perombakan skuad menuju Super League 2026/2027.
Gempa M 6,7 di Palu menyebabkan sejumlah bangunan Universitas Tadulako rusak. Gedung rektorat, auditorium, hingga RS Untad mengalami retakan dan kerusakan plafo
Rekomendasi 12 mobil bekas keluarga paling bandel dan murah, mulai Toyota Kijang Kapsul hingga Innova, lengkap dengan kisaran harga dan tips membeli.
Kondisi Alex Marquez terus membaik usai cedera serius di MotoGP Catalunya 2026. Marc Marquez menyebut sang adik sudah mulai berlatih fisik dan siap menuju comeb
WhatsApp mulai menguji fitur panggilan suara dan video grup di WhatsApp Web. Pengguna dapat melakukan panggilan hingga 32 peserta langsung dari browser.