Empat Dapur MBG Sleman Disuspend, Ini Penjelasan Satgas
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Komisi IV DPRD Kulonprogo lakukan monitoring dan pengawasan di Puskesmas Kokap II dan SMP Negeri 3 Pengasih pada Jumat (7/7/2023)./Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi IV DPRD Kabupaten Kulonprogo melakukan pengawasan di Puskesmas Kokap II dan SMP Negeri 3 Pengasih pada Jumat (7/7/2023). Dalam monitoring tersebut, Komisi IV menyoroti kondisi sosial dan geografis Kapanewon Kokap yang memunculkan kesulitan tersendiri untuk memberikan fasilitas kesehatan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana menyoroti fasilitas kesehatan yang perlu ditambah akibat medan Kapanewon Kokap yang mayoritas perbukitan. Selain itu pelayanan perlu ditingkatkan agar efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA : Lebaran, Dinkes Kulonprogo Siagakan 2 RSUD
“Di Kokap, secara geografis medan di sana saling berjauhan dan sulit. Mungkin bisa diadakan pelayanan jemput bola atau pelayanan yang lebih mendekatkan kepada kultur warga Kokap yang lebih ramah, tanggap, dan sabar,” kata Istana dihubungi, Jumat (7/7/2023).
Istana menyampaikan agar warga Kokap termasuk tenaga kesehatan sekitar untuk mewaspadai penyakit yang mungkin dapat menjadi wabah seperti antraks di Gunungkidul. Di Kokap, kata dia masih menjadi endemik malaria.
“Kami juga punya data terkait kasus orang dengan gangguan jiwa [ODGJ] di Kokap yang tergolong tinggi. Ini menjadi perhatian kami juga. Hal yang paling pokok untuk dilakukan adalah upaya promotif dan preventif, sehingga tidak terjadi hal yang lebih fatal,” katanya.
Upaya tersebut penting karena pernah terjadi pemasungan ODGJ di Kokap. Pemasungan tersebut menurut Istana merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Pendekatan yang lebih manusiawi justru harus diambil dalam menangani ODGJ, terlebih di sana fasilitas kesehatan belum maksimal.
BACA JUGA : Pansus DPRD Kulonprogo Soroti Pelayanan IGD
Ia menegaskan fasilitas kesehatan di Kulonprogo untuk ODGJ masih kurang. Karena itu hampir semua ODGJ dirujuk ke RSJ Grhasia, Kabupaten Sleman. “Meski begitu, Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang sekarang sedang disiapkan untuk menangani ODGJ. Ada sepuluh kamar, tapi masih menunggu fasilitas pendukung dan dokter-dokternya,” ucapnya.
Ia juga menyoroti keberadaan rumah dinas dokter di belakang Puskesmas Kokap II yang mangkrak. Karena itu, Istana mencoba untuk memanfaatkan rumah tersebut. Hanya saja dia belum tahu apakah akan dilakukan alih fungsi gedung atau penghapusan aset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Jaecoo J5 EV mencatat penjualan 3.200 unit pada Juli 2026, naik 4,9% dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Juli 2026.
KAI Daop 6 Yogyakarta menangani 1.075 barang tertinggal senilai Rp1,16 miliar sepanjang semester I/2026, naik 69,03% dari tahun sebelumnya.
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Veda Ega Pratama finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026 setelah start dari posisi ke-15 dan meraih tambahan 7 poin.
Van Gastel menyoroti fisik pemain PSIM Yogyakarta usai uji coba lawan UAD FC sebelum menghadapi tim-tim Super League.