Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Pengemis - Ilustrasi/Bisnis
Harianjogja.com, SLEMAN—Para gelandangan pengemis (Gepeng) dan anak jalanan yang beroperasi di area Sleman diduga handal menghindari penertiban dari petugas. Mereka kadang bergeser ke daerah lain ketika tahu sedang dilakukan operasi di suatu wilayah, hingga hafal jam kerja petugas.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menerangkan dalam sebulan Satpol PP Sleman sebenarnya telah melakukan 2-3 kali penertiban gepeng anjal. Satpol PP telah memetakan sejumlah titik yang kerap digunakan mangkal ataupun kedatangan gepeng.
Sayangnya, para gepeng kini lihai menghindari dari razia petugas. Jika ada razia di suatu daerah, mereka akan bergeser ke daerah lain yang sedang tidak menggelar razia.
BACA JUGA : Pengemis di Sleman Diduga Terorganisasi
"Kesulitannya itu adalah mereka itu sekarang sudah jago kucing-kucingan. Tahu mereka, kalau di Kota itu ditertibkan kapan, jadi mereka menggeser kemana, nanti geser Sleman. Mereka tahu itu," terang perempuan yang akrab disapa Evie tersebut pada Selasa (11/7/2023).
Evie meyakini para gepeng tidak mengetahui jadwal penertiban lantaran dilakukan acak oleh Satpol PP Sleman. Kemungkinannya mereka memiliki orang untuk mengamati pergerakan Satpol PP di jalan atau tim yang memberikan informasi. "Jadi kalau mobil Satpol PP sudah tahu kelihatan dari jauh, mereka sudah bubar," ujarnya
Tak hanya memantau lokasi penertiban, para gepeng dan anjal disebutkan Evie juga menghafalkan jam operasi petugas. Menghindari penertiban para gepeng akan beroperasi ketika jam kerja petugas telah usai.
"Kami pas keluar mereka enggak ada. Nanti sore-sore mungkin teman-teman selesai tugas barulah mereka muncul," ucapnya.
Satpol PP Sleman pernah melakukan penangkapan terhadap pengemis yang sudah ke sekian kalinya. Namun saat di persidangan justru sembunyi dan melarikan diri.
BACA JUGA : Gelandangan dan Pengemis di Sleman Lihai Menghindari
“ Karena tidak ada sanksi yang cukup memberatkan, kecuali dia melakukan pelanggaran yang tipis-tipis menyerempet ke pidana bisa pelanggaran trantib. Tapi selama ini, dia kucing-kucingan saja dengan Satpol PP," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.