APBD Perubahan 2026 Magelang Dibahas, Fraksi DPRD: Jangan Cuma Angka
nam Fraksi DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD perubahan Kabupaten Magelang tahun anggaran 2026
Keroncong Plesiran yang digelar di sejumlah destinasi wisata di DIY, beberapa waktu lalu. - Dok Harian Jogja
JOGJA—Agenda keroncong plesiran oleh Dinas Pariwisata DIY akan kembali dihadirkan pada 5 Agustus mendatang di Asram Edupark, Sendangadi, Mlati, Sleman. Kegiatan itu digelar sebagai upaya untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap musik keroncong. Event ini juga sekaligus untuk memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan, menjelaskan keroncong plesiran tahun ini memasuki agenda yang ketujuh sejak diselenggarakan pada 2018 silam. Lewat acara ini pihaknya ingin mengembangkan sektor ekonomi kreatif di kawasan destinasi wisata yang ada di Jogja sekaligus bentuk pemberdayaan.
"Kami tidak hanya menampilkan musik, tapi juga ada semacam area untuk pameran UMKM, food court untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Juga menampilkan beragam kuliner dari masyarakat," katanya, Senin (24/7/2023).
Agenda itu nantinya menampilkan banyak musisi dari Jogja maupun nasional. Sebut saja di antaranya Boris Sirait, Damai Nababan, Paksi Band, Sri Redjeki, Kosatos feat Iksan Skuter, Okky Kumala, Tami Aulia, Nabila Maharani, Andika Mahesa, dan Nyoman Paul. Jenis musik yang ditampilkan juga lebih variatif agar disukai para generasi muda.
"Kami menawarkan keroncong progresif seperti keroncong muda dari grup musik orkestra, modern dan juga tradisional, cukup variatif. Yang menarik adalah keroncong orkestra agar lebih mampu menjangkau generasi muda," ucapnya.
Menurut Wawan, musik keroncong di masa sekarang lebih identik dengan musik yang disukai oleh generasi tua. Pihaknya ingin agar jenis musik ini tetap lestari dan diminati oleh lintas generasi termasuk para anak-anak muda, sehingga agenda keroncong plesiran dihadirkan sebagai acara tahunan.
"Selain misi pemberdayaan masyarakat di destinasi wisata, juga agar anak muda cinta dengan musik keroncong. Kan sekarang penggemarnya itu banyak dari orang tua ya, jadi coba kita masyarakatkan. Kalau musik keroncong biasa saja kan mungkin kurang menarik makanya kita kolaborasikan," ujarnya.
Apalagi Dinas Pariwisata sekarang tidak hanya bertugas untuk mengembangkan destinasi pariwisata saja, melainkan juga pada sektor ekonomi kreatif berikut turunannya. Oleh karena itu UMKM dari berbagai jenis yang punya potensi di masyarakat ikut ditampilkan dalam acara keroncong plesiran.
"Kebetulan banyak penggemar sebagian besar dari luar Jogja misalnya Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Mereka juga menginap di Jogja, hotel laku dan juga homestay. Jadi memang mendatangkan banyak keuntungan ya bagi pariwisata Jogja," jelasnya.
Sementara untuk penonton keroncong plesiran yang hadir pihaknya sengaja memberlakukan pembatasan agar kualitas acara dan target bagi pengembangan UMKM tercapai. Ditargetkan sebanyak 2.000 pengunjung hadir dalam acara yang akan digelar pada dua sesi itu yakni sore pada pukul 15.00 WIB dan malam pukul 20.00 WIB. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
nam Fraksi DPRD Kabupaten Magelang menyampaikan pandangan umum terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD perubahan Kabupaten Magelang tahun anggaran 2026
Juicy Luicy menjelaskan alasan batal tampil di festival musik Batam, mulai pelunasan honor, tiket, penginapan hingga biaya bagasi.
Nathan Tjoe-A-On tampil penuh 90 menit saat Willem II menahan AZ Alkmaar 1-1 pada pekan keenam Liga Belanda.
Loket Pajak Kendaraan hadir di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu 12 September 2026. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan STNK tahunan.
Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu terasa hingga Jogja. Daryono menjelaskan penyebab, karakter gempa dalam, dan potensi gempa susulan.
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.