Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Ilustrasi tilang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul mencatat ada ribuan pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Patuh Progo 2023 yang digelar sejak 10-23 Juli 2023.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Ristanto mengatakan Operasi Patuh Progo yang digelar secara serentak tersebut sudah selesai. Total ada 140 personel yang dikerahkan untuk penyelenggaraan operasi.
Menurut dia, selama penyelenggaraan operasi menjaring pelanggaran lalu lintas sebanyak 4.849 kasus. Adapun rinciannya sebanyak 4.113 pelanggar hanya dikenakan sanksi teguran, sedangkan sisanya 736 pengendara kendaraan bermotor dijatuhi sanksi tilang. “Mayoritas pelanggar memang hanya dikenakan sanksi teguran, tetapi ada juga yang kami tilang sesuai dengan peraturan berlaku,” katanya, Kamis (19/7/2023).
BACA JUGA: Sepekan Razia, Polres Bantul Tilang Ratusan Pemotor
Ristanto mengungkapkan pelanggaran yang terjadi didominasi oleh tidak memakai alat pelindung seperti helm dan sabuk pengaman. Selain itu, juga ada kelengkapan spion, knalpot blombongan hingga plat nomor kendaraan. “Tentunya kalau tidak lengkap, maka harus melengkapi kekurangan tersebut,” ungkapnya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan Pelaksanaan operasi bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Diharapkan pengendara motor bisa mematuhi peraturan serta tertib dalam berlalulintas.
“Tentunya kami juga berharap kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran tertib berlalu lintas sehingga angka kecelakaan di Gunungkidul bisa terus ditekan. Sebab, terjadinya kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” katanya.
Edy menjelaskan, didalam operasi patuh terdapat tujuh sasaran pelanggaran prioritas. Pelanggaran ini meliputi pemakaian knalpot blombongan, berboncengan lebih dari satu orang khusus bagi pengendara sepeda motor, menggunakan strobo atau sirine.
Selain itu, pemakaian motor dimodifikasi, engemudi di bawah umur atau anak-anak yang belum saatnya untuk berkendara, tidak menggunakan helm SNI hingga melawan arus karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. “Mudah-mudahan dengan operasi ini masyarkat bisa semakin tertib. Untuk menekan angka kecelakaan, kami akan terus melakukan sosialisasi keselamatan berlalulintas di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.