Kekurangan Murid, 4 SD di Gunungkidul Dikaji untuk Digabung
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Ilustrasi tilang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul mencatat ada ribuan pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Patuh Progo 2023 yang digelar sejak 10-23 Juli 2023.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Ristanto mengatakan Operasi Patuh Progo yang digelar secara serentak tersebut sudah selesai. Total ada 140 personel yang dikerahkan untuk penyelenggaraan operasi.
Menurut dia, selama penyelenggaraan operasi menjaring pelanggaran lalu lintas sebanyak 4.849 kasus. Adapun rinciannya sebanyak 4.113 pelanggar hanya dikenakan sanksi teguran, sedangkan sisanya 736 pengendara kendaraan bermotor dijatuhi sanksi tilang. “Mayoritas pelanggar memang hanya dikenakan sanksi teguran, tetapi ada juga yang kami tilang sesuai dengan peraturan berlaku,” katanya, Kamis (19/7/2023).
BACA JUGA: Sepekan Razia, Polres Bantul Tilang Ratusan Pemotor
Ristanto mengungkapkan pelanggaran yang terjadi didominasi oleh tidak memakai alat pelindung seperti helm dan sabuk pengaman. Selain itu, juga ada kelengkapan spion, knalpot blombongan hingga plat nomor kendaraan. “Tentunya kalau tidak lengkap, maka harus melengkapi kekurangan tersebut,” ungkapnya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan Pelaksanaan operasi bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Diharapkan pengendara motor bisa mematuhi peraturan serta tertib dalam berlalulintas.
“Tentunya kami juga berharap kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran tertib berlalu lintas sehingga angka kecelakaan di Gunungkidul bisa terus ditekan. Sebab, terjadinya kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” katanya.
Edy menjelaskan, didalam operasi patuh terdapat tujuh sasaran pelanggaran prioritas. Pelanggaran ini meliputi pemakaian knalpot blombongan, berboncengan lebih dari satu orang khusus bagi pengendara sepeda motor, menggunakan strobo atau sirine.
Selain itu, pemakaian motor dimodifikasi, engemudi di bawah umur atau anak-anak yang belum saatnya untuk berkendara, tidak menggunakan helm SNI hingga melawan arus karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. “Mudah-mudahan dengan operasi ini masyarkat bisa semakin tertib. Untuk menekan angka kecelakaan, kami akan terus melakukan sosialisasi keselamatan berlalulintas di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.
Survei IPO menempatkan Meutya Hafid di posisi ke-10 menteri berkinerja terbaik dengan 5,9% dalam survei nasional Oktober 2026.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.
SSB Bapack Jogja menjadi wadah para bapak belajar sepak bola, menjaga kebugaran, memperluas pertemanan, dan menghidupkan mimpi masa kecil.
Kanwil Ditjenpas Sumsel memeriksa petugas dan napi Lapas Muaradua terkait kematian Adi Waswara. Polisi telah menetapkan empat tersangka.