Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga beraktivitas di lahan yang bakal jadi \"tempat penitipan\" sampah, Selasa (25/7/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Lahan tanah kas desa seluas 2 hektare di Cangkringan akan dijadikan tempat untuk penitipan sampah sementara TPA Piyungan ditutup. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman memastikan telah mengantisipasi dampak lingkungan rencana ini.
Sebelumnya, warga setempat sempat waswas bahwa keberadaan sampah di area itu akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Terlebih area yang dipakai untuk pembuangan sementara sampah tersebut merupakan kawasan resapan air dan temasuk lahan produktif.
Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan dari pantauan di beberapa titik, dampak penutupan TPA Piyungan dalam tiga hari ini belum terlihat signifikan. “Tadi yang sudah muter dari wilayah Depok, belum menemukan [tumpukan sampah] yang sampai ke jalan,” katanya, Selasa (25/7/2023).
Sebelum terjadinya penumpukan sampah yang semakin parah, DLH Sleman berupaya menyelesaikan persiapan tempat penitipan sampah di Cangkringan, yang akan digunakan untuk wilayah Sleman dan Kota Jogja. “Target kami Senin-Selasa [minggu depan] sampah sudah bisa ditumpuk. Kalau tidak, Sleman akan penuh sampah. Untuk itu kami harus mempersiapkan lokasinya,” katanya.
BACA JUGA: Manajemen TPA Piyungan Dipegang Pemda, ORI DIY: Semakin Amburadul
Dalam persiapan ini pihaknya akan membuat tampungan air lindi dan pemasangan geomembran. “Kami berharap besok kami mulai menata lahannya. Itu kan harus dimiringkan, agar lindinya bisa mengalir ke suatu titik untuk ditampung. Setelah ditampung kita sedot kita olah,” kata dia.
Pengolahan tersebut menggunakan IPAL Fabrikasi. Ia menggambarkan mekanisme pengelolaannya nanti sampah yang ditumpuk akan dikelompokkan dan disemprot menggunakan ecolindi, untuk menghilangkan bau sampah.
Sampah organik juga akan diberi Mikro Organisme Lokal (MOL) yang akan mempercepat fermentasi. “Lalu ditutup dengan geomembrn agar kalau terkena huhan tidak langsung airnya jadi banyak. Agar tidak menimbulkan bau kemana-mana serta lalat,” kata dia.
Geomembrane itu berfungsi melindungi air tanah agar tidak tercemari. Selain itu, DLH Sleman juga akan membuat dua sumur pantau. “Kemudian nanti secara periodik akan kita uji kualitas airnya. Semoga itu bisa memberikan informasi kepada kita semua,” katanya.
Lahan tersebut menurutnya memiliki kapasitas tampungan 200 ton sampah per hari. Namun untuk pengangkutan sampah ke situ nantinya tidak akan setiap hari. “Masyarakat ya bersama-sama bekerja lah, janganbhanya menuntut pemerintah harus ini itu. Masyarakat harus membantu mengurai sampah,” paparnya.
Pada kondisi normal sebelum TPA Piyungan ditutup, Sleman mengangkut sampah sekitar 331 ton per hari ke TPA Piyungan. Ia berharap dengan dengan kondisi saat ini, masyarakat bisa mengurangi produksi sampah hingga 100 ton. “Mudah-mudahan kita bisa menekan sampai 100 ton,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dalam waktu hampir bersamaan, dua Program Studi di Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
Riko Simanjuntak meminta PSS Sleman tak larut dalam dua kekalahan dan segera bangkit setelah takluk 1-3 dari Madura United.
Erling Haaland mencetak gol ke-9 dalam Derby Manchester dan menjadi top skor duel MU vs Man City di Premier League.
KTP tidak terdaftar bansos September 2026? Cek cara memperbarui data, mengusulkan penerima, serta rincian PKH dan BPNT
Janice Tjen mengalahkan Darja Vidmanova 7-6, 6-2 di Guadalajara Open dan melaju ke babak 16 besar.