KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Tumpukan sampah yang terlihat menggunung di kawasan Alun-alun Selatan, Jumat (28/7/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah gunungan sampah mulai muncul di Alun-alun Selatan imbas penutupan TPA Piyungan beberapa waktu lalu. Total ada tiga tumpukan sampah yang menggunung di area itu lantaran warga kesulitan membuang sampah.
Gunungan sampah itu sudah terlihat sejak Jumat (28/7/2023) pagi sampai sore. Entah siapa yang memulai membuang sampah di area itu, setelah menumpuk warga lain pun ikut membuang sampah di sana sampai sampah menggunung.
Terlihat ada tiga titik gunungan sampah yang ada di kawasan Alun-alun selatan itu. Selain di tengah-tengah sisi selatan ada dua titik lain nampak muncul dan diletakkan mepet dengan tembok sisi selatan alun-Alun Selatan.
Agung, salah seorang penjaga warung kopi di kawasan itu sisi mengatakan, sampah tersebut baru muncul pada Jumat pagi. Sebab pada Jumat dinihari, ia belum melihat ada sampah di kawasan tersebut.
"Baru tadi pagi munculnya," kata dia.
Agung mengaku tidak tahu menahu siapa yang membuang sampah ke tempat tersebut. Namun disinyalir ada masyarakat yang membuang sampah ke tempat tersebut dengan selalu membawa sepeda motor dan mengenakan helm.
Dia memastikan jika sampah-sampah tersebut bukan dari para pedagang. Sebab, sampah dari pedagang tidak sampai sebanyak itu. Dan para pedagang tidak biasa membuang sampah di tempat tersebut.
"Enggak mungkin kalau pedagang sini. Sampai segitu banyaknya," terang dia.
Sementara Rizky salah satu pemilik lapak di Alun-Alun Selatan Jogja menyayangkan adanya tumpukan sampah di salah satu ikon pariwisata DIY itu. Para pedagang sendiri tidak mengetahui sampah itu dari mana, namun memastikan bukan dari pedagang.
"Ya kami tidak menyalahkan buang sampah di sana. Mungkin buat perhatian saja. Tapi mbok ya jangan di Alun-alun sini. Kan tempat wisata," ujar dia.
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo menjelaskan, per hari ini TPA Piyungan sudah mulai dibuka secara terbatas khusus untuk menampung sampah dari Kota Jogja saja. Hanya saja sampah yang ditampung di sana sebanyak 100 ton sementara produksi sampah di Jogja mencapai 210 ton per hari.
"Tempatnya di TPA Piyungan yang sisi lain, bukan yang penuh itu," ujar Singgih.
Kurang lebih sekitar 100 ton sisa sampah lainnya, kata Singgih harus jadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk mengelola bersama. Sementara 15 ton lainnya pun sudah diangkut ke wilayah Kulonprogo.
"Tentu kita sedikit terbantu, sehingga tentu harus ada upaya dari Pemkot dan masyarakat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.
Film Indonesia Solata tayang di Festival Film Anak dan Remaja Yordania. Film Ichwan Persada sebelumnya meraih penghargaan di Bulgaria.
BNPB mencatat 70 orang meninggal, 1.182 luka-luka, dan 40.040 mengungsi akibat gempa M7,7 di Flores, NTT.