Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Proses pembangunan jalur alternative Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung hingga Kedungkandang di Kalurahan Putat, Patuk. Foto diambil Selasa (1/8/2023). Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung di Kalurahan Putat dengan Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran terus dikerjakan. Proses pengerjaan dinilai berjalan baik sehingga target selesai di akhir tahun dapat terpenuhi.
Pantauan Harianjogja.com, proses pengerjaan terus dilakukan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk proses pemerataan jalan. Lalu lalang truk pengangkut tanah uruk masuk lokasi juga seringkali terlihat. Selain itu, juga ada proses pengerjaan jembatan di Kedungkandang dan Bobung.
Lurah Nglanggeran, Widada mengatakan, pembangunan jalan baru masih terus dikerjakan hingga sekarang. Desain jalan juga sudah mulai terlihat dan diharapkan bisa segera dirampungkan. "Memang masih proses, tapi perkembangan pembangunan sudah mulai terlihat,” katanya, Rabu (2/8/2023).
BACA JUGA: Tanggapi Umpatan Rocky Gerung, Jokowi: Aah Itu Hal-hal Kecil..
Menurut dia, pembangunan jalan tidak hanya mempermudah akses antara Gunungkidul dengan Sleman. Pasalnya, jalur baru ini juga akan memberikan dampak terhadap pengembangan wisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
Jalan yang dibangun dinilai lebih representative karena lebih lebar dibandingkan jalan lama. Di sisi lain, jalur yang dilewati juga lebih datar.
Kondisi ini berbeda dengan jalur lama yang memiliki tanjakan yang ekstrem sehingga pengendara khususnya yang masuk dari sisi selatan ke Gunung Api Purba Nglanggeran harus berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.
“Saya yakin bus besar bisa masuk. Apalagi sekarang juga dibangun tempat parkir. Jadi, jalan baru ini sangat memudahkan pengunjung yang akan berwisata ke kawasan Nglanggeran,” katanya.
Kepala Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Peruamah dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri mengatakan, jalur alternative Gunungkidul-Sleman masih ada dua ruas yang dikerjakan. Ruas ini meliputi Bobung-Kepil dan Kepil-Kedungkandang.
“Ditarget selesai akhir tahun ini,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Bantah akan Mengirimkan 6.000 Warga Jogja ke Ibu Kota Nusantara
Total pembangunan dua ruas ini menelan biaya sekitar Rp99,2 miliar. Kwaryantini terus memantau proses pengerjaan dan perkembangannya berjalan dengan baik sehingga optimitis dapat selesai tepat waktu.
“Dua ruas ini juga dibangun dua jembatan. Sekarang masih dalam proses konstruksi,” katanya.
Menurut dia, dengan selesainya dua ruas ini, maka jalur alternatif Gunungkidul-Sleman sudah benar-benar bisa tersambung. “Setelah itu menyelesaikan ruas di Kabupaten Sleman.
“Untuk di Sleman, sejauh ini sedang indetifikasi lahan yang dibebaskan untuk ruas jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.