Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Proses pembangunan jalur alternative Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung hingga Kedungkandang di Kalurahan Putat, Patuk. Foto diambil Selasa (1/8/2023). Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jalan alternatif Gunungkidul-Sleman di ruas Bobung di Kalurahan Putat dengan Kedungkandang di Kalurahan Nglanggeran terus dikerjakan. Proses pengerjaan dinilai berjalan baik sehingga target selesai di akhir tahun dapat terpenuhi.
Pantauan Harianjogja.com, proses pengerjaan terus dilakukan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk proses pemerataan jalan. Lalu lalang truk pengangkut tanah uruk masuk lokasi juga seringkali terlihat. Selain itu, juga ada proses pengerjaan jembatan di Kedungkandang dan Bobung.
Lurah Nglanggeran, Widada mengatakan, pembangunan jalan baru masih terus dikerjakan hingga sekarang. Desain jalan juga sudah mulai terlihat dan diharapkan bisa segera dirampungkan. "Memang masih proses, tapi perkembangan pembangunan sudah mulai terlihat,” katanya, Rabu (2/8/2023).
BACA JUGA: Tanggapi Umpatan Rocky Gerung, Jokowi: Aah Itu Hal-hal Kecil..
Menurut dia, pembangunan jalan tidak hanya mempermudah akses antara Gunungkidul dengan Sleman. Pasalnya, jalur baru ini juga akan memberikan dampak terhadap pengembangan wisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
Jalan yang dibangun dinilai lebih representative karena lebih lebar dibandingkan jalan lama. Di sisi lain, jalur yang dilewati juga lebih datar.
Kondisi ini berbeda dengan jalur lama yang memiliki tanjakan yang ekstrem sehingga pengendara khususnya yang masuk dari sisi selatan ke Gunung Api Purba Nglanggeran harus berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.
“Saya yakin bus besar bisa masuk. Apalagi sekarang juga dibangun tempat parkir. Jadi, jalan baru ini sangat memudahkan pengunjung yang akan berwisata ke kawasan Nglanggeran,” katanya.
Kepala Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Peruamah dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri mengatakan, jalur alternative Gunungkidul-Sleman masih ada dua ruas yang dikerjakan. Ruas ini meliputi Bobung-Kepil dan Kepil-Kedungkandang.
“Ditarget selesai akhir tahun ini,” katanya.
BACA JUGA: Pemda DIY Bantah akan Mengirimkan 6.000 Warga Jogja ke Ibu Kota Nusantara
Total pembangunan dua ruas ini menelan biaya sekitar Rp99,2 miliar. Kwaryantini terus memantau proses pengerjaan dan perkembangannya berjalan dengan baik sehingga optimitis dapat selesai tepat waktu.
“Dua ruas ini juga dibangun dua jembatan. Sekarang masih dalam proses konstruksi,” katanya.
Menurut dia, dengan selesainya dua ruas ini, maka jalur alternatif Gunungkidul-Sleman sudah benar-benar bisa tersambung. “Setelah itu menyelesaikan ruas di Kabupaten Sleman.
“Untuk di Sleman, sejauh ini sedang indetifikasi lahan yang dibebaskan untuk ruas jalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Iran mendesak AS mematuhi nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan berpengaruh.
Harga BBM 25 Agustus 2026 masih mengalami perubahan. Simak daftar harga Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo terbaru per liter.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.768.000 per gram. Simak harga lengkap 0,5 gram hingga 1.000 gram dan ketentuan pajaknya.