Rute dan Jadwal Transportasi Wisata KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 22 September
Jadwal bus KSPN Malioboro-Parangtritis dan tarif Rp12.000. Cek jadwal keberangkatan menuju Pantai Parangtritis dan sebaliknya.
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU DIY ini mengangkat tema Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi NU. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan kiai dan nyai yang juga pengasuh pondok pesantren di DIY berkumpul di Kampus Terpadu UNU Jogja, di Banyuraden, Gamping, Sleman Jumat (4/8/2023). Agenda yang digelar bersama Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU DIY ini mengangkat tema Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi NU. Pondok pesantren di DIY dan UNU Jogja berkomitmen untuk saling mendukung dalam memajukan NU dan melahirkan kader profesional dari kalangan nahdliyin.
Rektor UNU Jogja Widya Priyahita mengatakan kampusnya berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap Pendidikan pesantren. Salah satunya dengan memberikan 250 beasiswa kepada santri ponpes. Bentuknya berupa biaya masuk hingga pembayaran SPP bagi santri dari keluarga kurang mampu namun memiliki komitmen belajar yang kuat.
BACA JUGA : Wakil Presiden Ma'ruf Amin Kunjungi KH Malik Madani di Sleman
“Kami berusaha untuk memfasilitasi santri pondok pesantren, jangan sampai santri tidak bisa kuliah karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu kami menyediakan beasiswa” katanya.
Pemberian beasiswa itu juga sekaligus untuk memaksimalkan Upaya mencetak kader NU yang profesional berbagai bidang. Mengingat selama ini belum digarap secara maksimal, terutama bidang teknologi informasi, kesehatan dan keuangan.
“Kami berkomitmen sinergi dengan dunia pesantren itu seiring dengan berbagai capaian kami dalam mengembangkan pendidikan. Salah satunya rencana pendirian School of Future Studies bersama Uni Emirat Arab (UEA) yang membantu pembangunan gedung baru di samping kampus terpadu,” katanya.
Ketua RMI PBNU KH Hodri Arief menilai kolaborasi antara pesantren dengan perguruan tinggi NU memak menjadi kewajiban dalam Upaya mencetak kader yang profesional. Hal ini sejalan dengan gagasan Ketua UMUM PBNU saat ini bahwa kader NU harus professional di berbagai bidang. Harapan ini bertolak dari kondisi minimnya kalangan santri yang siap terjun ke bidang teknokratik.
Ia mengungkap pada era Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat kesulitan mencari menteri dari kalangan santri. “Jadi gagasan Gus Ketum [PBNU] harus disambut para santri dan kader NU. Santri harus memberi warna positif ke bangsa dan negara dalam jangka panjang. Apalagi saat ini keislaman NU makin dikenal secara global dan menjadi rujukan keislaman dunia,” katanya.
BACA JUGA : 9 Santri Ponpes di Jogja Ini Peroleh Beasiswa Studi di Universitas Terkemuka Dunia
Oleh karena itu ia mendorong agar pengasuh pondok pesantren maupun wali santri dapat mengarahkan para santri untuk mewujudkan gagasan NU merawat jagat dan membangun peradaban melalui kemampuan pendidikan yang mumpuni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal bus KSPN Malioboro-Parangtritis dan tarif Rp12.000. Cek jadwal keberangkatan menuju Pantai Parangtritis dan sebaliknya.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Liga Primer. Sanksi dan proses banding masih menunggu.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.