Waspada! Korsleting Dominasi Kasus Kebakaran di Jogja 2026
Damkar Jogja mencatat 24 kebakaran hingga Juni 2026, mayoritas akibat korsleting listrik. Kerugian capai Rp202 juta.
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meralat pernyataannya yang mengabarkan bahwa TPA Piyungan Transisi Tahap II rampung pada September 2023. Pasalnya, sesuai dengan kontrak, proyek itu dijadwalkan akan kelar pada Oktober 2023.
“Kalau pekerjaan seluruh kontrak selesai nanti Oktober 2023,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) PUP ESDM DIY, Anna Rina Herbranti, Minggu (6/8/2023).
Anna menyampaikan hingga saat ini progres pembangunan TPA Piyungan Transisi Tahap II telah mencapai sekitar 40%. Dengan kondisi TPA Piyungan Transisi Tahap I yang sudah hampir penuh, menurut Anna, pengerjaan konstruksi TPA Piyungan Transisi Tahap II telah dipercepat.
Meski begitu, menurutnya percepatan pekerjaan konstruksi harus sesuai dengan teknis pembangunan yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga pembangunan TPA Piyungan Transisi Tahap II belum rampung pada September 2023. “Lebih cepat ya enggak bisa. Kontraknya selesai Oktober, ya Oktober,” katanya.
Menurut Anna percepatan pembangunan mesti memperhatikan aspek teknis dari pembangunannya. Sehingga untuk memastikan kualitas konstruksi TPA Piyungan Transisi Tahap II sesuai standar yang telah direncanakan, maka jangka waktu pengerjaan konstruksi tetap dilakukan sesuai rencana.
“Dari sisi percepatan kami berusaha mempercepat, tetapi dari sisi konstruksinya kami tidak mungkin mempercepat tanpa memperhitungkan kualitas teknisnya. Kami berusaha mempercepat tetapi kualitas dan pada sisi teknis harus sesuai dengan yang kita rencanakan,” katanya.
Menurut Anna, saat ini TPA Piyungan Transisi Tahap I masih dapat menampung sampah, meski sangat terbatas. Sehingga saat ini pun hanya sampah dari Kota Jogja yang dapat ditampung di tempat tersebut. “[TPA Piyungan Transisi I] terakhir informasinya masih [menampung sampah],” katanya.
BACA JUGA: Jogja Bakal Punya TPST di Nitikan, Pemkot: Residu Tetap Dibuang ke Piyungan
Dengan kondisi tersebut, menurut Anna pembukaan kembali TPA Piyungan Transisi Tahap II pada September 2023 seperti yang disampaikan Pemda DIY beberapa waktu lalu tidak memungkinkan. Menurutnya, apabila dibuka untuk beberapa daerah yang sebelumnya membuang sampah ke sana, menurutnya hanya dapat ditampung di TPA Piyungan Transisi Tahap I dengan jumlah sangat terbatas.
“Nanti September seperti yang di surat itu, 5 September [2023] bisa dibuka untuk TPA Piyungan Transisi I, tetapi pada saat memasukkan sampah ke TPA Piyungan Transisi I tentunya kami harap tidak mengganggu pekerjaan di TPA Piyungan Transisi II,” katanya.
Pemda DIY juga terus memantau kapasitas TPA Piyungan Transisi Tahap I yang mulai dibuka secara terbatas beberapa waktu lalu. Kapasitas TPA Piyungan yang hanya menyisakan 10%, akan dievaluasi setiap tiga hari sekali untuk memastikan keamanan pembuangan sampah tersebut.
“Ini [peralihan pembuangan sampah ke TPA Piyungan Transisi I ke Transisi II] proses yang tidak nyambung sebenarnya, kan ada proses limpahan sampah di luar dugaan. Tadinya dugaannya hanya 700 ton per hari, ternyata 850-900 ton per hari. Kan cepat sekali tertutup [kapasitasnya penuh]. Padahal kita sudah antisipasi zona A, zona B [TPA Piyungan]. Kalau ini ditutup terus kan gogrok [jatuh] menjadi bencana lingkungan,” kata Sekda DIY, Beny Suharono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Jogja mencatat 24 kebakaran hingga Juni 2026, mayoritas akibat korsleting listrik. Kerugian capai Rp202 juta.
Jay Idzes menjadi pemain Sassuolo dengan menit bermain terbanyak musim 2025-2026. Nilai pasar kapten Timnas Indonesia kini mencapai 14 juta euro.
HP hilang atau dicuri? Simak langkah mengamankan akun WhatsApp mulai dari blokir SIM, aktivasi ulang akun, hingga verifikasi dua langkah.
Dua warga Playen, Gunungkidul, terluka akibat serangan Beruk Sumatera yang lepas dari UPS Bunder. Satwa kini telah berhasil diamankan.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertamina menyebut penyesuaian mengikuti harga minyak dunia.
Disperindagkop Batang memetakan dampak kenaikan Pertamax terhadap distribusi barang, industri, transportasi, dan pola konsumsi masyarakat.