PS5 Pro vs PC Gaming: Mana yang Lebih Hemat untuk Gamer?
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Seorang pengendara motor sedang melewati timbunan sampah liar Selokan Mataram, Jumat (08/03/2019). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengklaim terus mengintensifkan pengawasan dan pembersihan di sejumlah titik pembuangan sampah liar.
BACA JUGA: Buang Sampah Sembarangan di Jogja Makin Menjadi-Jadi
Selain itu, DLH juga bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan satuan tugas di kapanewon serta kalurahan untuk pengawasan titik pembuangan sampah liar.
Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho mengakui dihadapkan pada hal dilematis terkait dengan keberadaan titik pembuangan sampah liar. Sebab, jika dibiarkan, sampah di titik pembuangan liar itu akan menumpuk, membusuk dan bau.
"Di sisi lain, jika kami ambil, maka masyarakat akan melihat kok di tempat itu dibersihkan, besok pasti akan membuang sampah lagi di tempat itu. Tapi, kami ambil kesimpulan, jika yang lewat dan berkunjung di lokasi tersebut tidak hanya orang Jogja tapi dari luar juga. Untuk itu, kami ingin kondisi di tempat tersebut tetap terkondisikan," katanya, Senin (7/8/2023).
Untuk itu, petugas dari DLH Bantul saat ini terus rutin menyisir dan mengambil sampah di titik pembuangan sampah liar. Sebab, saat ini kondisi yang dihadapi adalah situasi darurat. "Ini bagian yang kami lakukan. Kita paling lama 2 hari sekali menyisir dan melakukan pembersihan," lanjut Ari.
Menurut Ari, petugas akan langsung membawa sampah tersebut ke kantor DLH. Nantinya, akan ada pemilahan sampah. Dimana, sampah yang bisa dipilah akan dijual dan untuk sampah residu, DLH akan melakukan perlakukan khusus.
"Untuk personel tetap sama. Jadi yang selama ini petugas itu mengambil ke pelanggan, otomatis berkurang. Mereka yang tidak bertugas itu kami tugaskan untuk mengambil ke titik liar. Ada juga petugas lainnya bertugas memilah," ucap Ari.
Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, pemkab akan semakin mengintensifkan pengawasan dan pembersihan titik pembuangan sampah liar. Selain melibatkan Satpol PP, pemkab juga menggandeng petugas dari perlindungan masyarakat di tingkat kalurahan. "Kami juga serukan untuk jangan ada pembuangan sampah di titik liar. Dan, ini juga harus jadi perhatian semua pihak, tidak hanya Bantul, tapi juga DIY," kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.