4 Tips Mengatur Pengeluaran agar Transaksi QRIS Tak Boros
Transaksi QRIS memudahkan pembayaran sehari-hari, tetapi pengeluaran perlu dikendalikan. Simak empat tips mengatur keuangan agar tidak boros.
Aksi pengumpulan barang bekas dan pengolahan sampah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan dua lokasi tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yakni di Kalurahan Murtigading, Sanden dan Kalurahan Modalan, Banguntapan untuk menangani persoalan sampah di wilayahnya.
BACA JUGA: Tak Hanya Wajib! Bantul Siapkan Aturan Pilah Sampah Jadi Syarat Kenaikan Pangkat
Kedua lokasi TPST yang disiapkan itu nantinya akan menggunakan metode pengelolaan sampah yang modern dan efektif.
"Jadi berbeda dengan yang ada di TPST Piyungan. Bukan sanitary landfill seperti di TPST Piyungan yang lama-lama akan penuh," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Halim mengungkapkan, nantinya fasilitas pengelolaan sampah di dua tempat tersebut akan dilengkapi sarana pendukung untuk memilah dan mengolah sampah. Di dua tempat tersebut, akan ada pemilahan sampah berdasarkan jenis dan sampah yang masih bernilai ekonomi akan dijual atau didaur ulang.
Harapannya, sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir bisa diminimalisir.
"Kami ingin pada 2025 Bantul akan bersih sampah," harap Halim.
Kepala DLH Bantul Ari Budi Nugroho mengungkapkan, saat ini pihaknya terus menyisir dan membersihkan titik pembuangan sampah liar. Sebab, jika dibiarkan, sampah di titik pembuangan liar itu akan menumpuk, membusuk dan bau.
Untuk itu, petugas dari DLH Bantul saat ini terus rutin menyisir dan mengambil sampah di titik pembuangan sampah liar. Sebab, saat ini kondisi yang dihadapi adalah situasi darurat.
"Ini bagian yang kami lakukan. Kita paling lama 2 hari sekali menyisir dan melakukan pembersihan," lanjut Ari.
Menurut Ari, petugas akan langsung membawa sampah tersebut ke kantor DLH. Nantinya, akan ada pemilahan sampah. Dimana, sampah yang bisa dipilah akan dijual dan untuk sampah residu, DLH akan melakukan perlakukan khusus.
"Untuk personel tetap sama. Jadi yang selama ini petugas itu mengambil ke pelanggan, otomatis berkurang. Mereka yang tidak bertugas itu kami tugaskan untuk mengambil ke titik liar. Ada juga petugas lainnya bertugas memilah," ucap Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transaksi QRIS memudahkan pembayaran sehari-hari, tetapi pengeluaran perlu dikendalikan. Simak empat tips mengatur keuangan agar tidak boros.
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Bulog Semarang menambah kapasitas gudang sewa sekitar 20.000 ton untuk mengantisipasi lonjakan stok beras menjelang panen raya 2027.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.