DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan jalur wisata dari Kalurahan Kepek menuju Pantai Ngobaran di Gunungkidul mandek sejak 2020 lalu. Pemkab meminta bantuan pembiayaan melalui dana keistimewaan Pemda DIY.
Pembangunan jalur wisata Kepek-Ngobaran sudah dimulai sejak 2017 lalu. Namun hingga sekarang belum selesai. Ruas 4,5 kilometer belum digarap. Pembangunan terakhir dilakukan di 2019 lalu kemudian terhenti karena pandemi Covid-19.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, mengatakan keberlanjutan pembangunan jalur wisata Kepek-Ngobaran di Kapanewon Saptosari terhalang kemampuan daerah.
Menurut dia, keuangan Gunungkidul masih sangat terbatas sehingga belum bisa menyelesaikan proyek tersebut. Pemkab terus berupaya agar jalan ini bisa selesai.
Salah satu cara dilakukan dengan meminta bantuan ke Pemda DIY melalui dana keistimewaan. “Sudah diajukan. Besarannya sekitar Rp50 miliar,” katanya, Rabu (9/8/2023).
Ia berharap Pemda DIY bisa membantu penyelesaian pembangunan jalan ini. Selain untuk akses warga setempat, jalan baru juga bermanfaat dalam mengembangakan sektor kepariwisataan di Pantai Ngobaran.
“Sudah beberapa kali kami usulkan. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi pembangunannya,” katanya.
Salah seorang warga Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Triyono, mengatakan jalan baru Kepek-Ngobaran memiliki peran yang sangat strategis untuk pengembangan sektor kepariwisataan di Saptosari. Jika jalur baru bisa diselesaikan, akses menuju pantai jadi lebih mudah.
Menurut dia, jalur menuju pantai saat ini terlalu sempit dan banyak tikungan. Akibatnya, kendaraan besar tidak bisa masuk ke kawasan pantai di Saptosari.
“Lokasi jalurnya sudah ada, tapi pembangunannya berhenti di tengah jalan. Kalau jalan baru ini bisa diselesaikan, kami menyakini perkembangan wisata di kawasan Pantai Ngobaran bisa lebih cepat lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Mendag Budi Santoso menyebut BRICS menyepakati mayoritas substansi perdagangan meski belum mencapai joint statement.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.