Kurs Rupiah Hari Ini Tergelincir, Sentuh Rp17.845 per USD
Rupiah melemah ke Rp17.845 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan dolar global.
PPDB Online - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Joko Widodo menyebut mempertimbangkan rencana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi dihapus. Kepala Dewan Pendidikan DIY, Prof Sutrisna Wibawa menilai sistem PPDB zonasi berhasil mewujudkan pemerataan pendidikan di DIY.
Dengan sistem PPDB zonasi menurut Prof Sutrisna anak-anak dengan latar belakang nilai akademis yang berbeda dapat menyatu dalam satu sekolah, dengan begitu diharapkan siswa satu dengan yang lain dapat saling termotivasi.
“Karena tujuan PPDB zonasi kan pemerataan pendidikan dan sekarang sudah mulai terasa hasilnya anak-anak tidak terkelompok di satu sekolah sehingga yang pintar itu merata karena yang pintar bisa berdampak pada teman-temannya di satu kelas akan termotivasi,” katanya, Jumat (12/8/2023).
Sutrisna mengatakan jika siswa mengelompok di satu kelas, tidak ada yang dinamis di sekolah-sekolah lain “Sehingga jangan lalu kok terus diputus [rencana dihapus PPDB zonasi], saya kira ini gegabah,” katanya.
BACA JUGA: PPDB Zonasi Dihapus, Disdikpora DIY Minta Dipertimbangkan Kembali
Terkait dengan rencana PPDB zonasi dihapus, menurut Prof Sutrisna, sistem PPDB DIY dengan menerapkan sistem zonasi ditambah Asesmen Standardisasi Pemerintah Daerah (ASPD) pula dirasa sudah tepat. Dia pun menilai sistem tersebut dapat diterapkan daerah lainnya.
Karena itu, Prof. Sutrisna berharap pemerintah dapat mengkaji kembali rencana PPDB zonasi dihapus. Menurutnya berbagai kecurangan yang terjadi dalam sistem PPDB zonasi seperti titip KK pun diharapkan dapat teratasi dengan adanya kebijakan yang mengatur hal tersebut.
“Saya kira hal-hal ini yang ditertibkan [titip KK yang menyebabkan munculnya rencana PPDB zonasi dihapus]. jangan kebijakannya yang dihilangkan karena sesuatu yang baru belum tentu bisa mengatasi yang ini [pemerataan pendidikan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.845 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan dolar global.
Tips aman menghadapi pemadaman listrik di rumah, dari cegah kebakaran hingga lindungi perangkat elektronik.
Pertamina tambah stok Pertalite 10-18% di Jateng DIY jelang libur sekolah untuk antisipasi lonjakan konsumsi BBM.
Ibu hamil jadi korban bentrok silat di Karanganyar, alami retak tengkorak. Polisi tangkap satu pelaku, kasus masih dikembangkan.
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai rival didiskualifikasi. Ini hasil lengkap sesi practice di Brno.
Survei LPI ungkap pengaruh besar Jokowi terhadap citra PSI, hingga 70% responden akui dampaknya signifikan.