KPK Respons Praperadilan Silmy Karim Terkait Penyitaan
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
PPDB Online - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Joko Widodo menyebut mempertimbangkan rencana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi dihapus. Kepala Dewan Pendidikan DIY, Prof Sutrisna Wibawa menilai sistem PPDB zonasi berhasil mewujudkan pemerataan pendidikan di DIY.
Dengan sistem PPDB zonasi menurut Prof Sutrisna anak-anak dengan latar belakang nilai akademis yang berbeda dapat menyatu dalam satu sekolah, dengan begitu diharapkan siswa satu dengan yang lain dapat saling termotivasi.
“Karena tujuan PPDB zonasi kan pemerataan pendidikan dan sekarang sudah mulai terasa hasilnya anak-anak tidak terkelompok di satu sekolah sehingga yang pintar itu merata karena yang pintar bisa berdampak pada teman-temannya di satu kelas akan termotivasi,” katanya, Jumat (12/8/2023).
Sutrisna mengatakan jika siswa mengelompok di satu kelas, tidak ada yang dinamis di sekolah-sekolah lain “Sehingga jangan lalu kok terus diputus [rencana dihapus PPDB zonasi], saya kira ini gegabah,” katanya.
BACA JUGA: PPDB Zonasi Dihapus, Disdikpora DIY Minta Dipertimbangkan Kembali
Terkait dengan rencana PPDB zonasi dihapus, menurut Prof Sutrisna, sistem PPDB DIY dengan menerapkan sistem zonasi ditambah Asesmen Standardisasi Pemerintah Daerah (ASPD) pula dirasa sudah tepat. Dia pun menilai sistem tersebut dapat diterapkan daerah lainnya.
Karena itu, Prof. Sutrisna berharap pemerintah dapat mengkaji kembali rencana PPDB zonasi dihapus. Menurutnya berbagai kecurangan yang terjadi dalam sistem PPDB zonasi seperti titip KK pun diharapkan dapat teratasi dengan adanya kebijakan yang mengatur hal tersebut.
“Saya kira hal-hal ini yang ditertibkan [titip KK yang menyebabkan munculnya rencana PPDB zonasi dihapus]. jangan kebijakannya yang dihilangkan karena sesuatu yang baru belum tentu bisa mengatasi yang ini [pemerataan pendidikan],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK merespons praperadilan Silmy Karim terkait penyitaan dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Trailer terbaru Memburu Pemangsa ungkap investigasi empat jurnalis yang berubah menjadi teror demonologi. Dibintangi Laura Basuki dan Prilly Latuconsina.