Wabah Ebola di Kongo Mengganas, 75 Tenaga Kesehatan Terinfeksi
Wabah Ebola di Kongo makin meluas. Sebanyak 75 tenaga kesehatan terinfeksi dan 17 meninggal. WHO sebut risiko penyebaran tinggi.
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo saat peluncuran program imunisasi rotavirus secara simbolis turut memberikan vaksin pada bayi. ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menggencarkan imunisasi rotavirus untuk mencegah diare akut pada anak. Program ini ditargetkan diikuti anak usia dua bulan dimana jumlahnya 899 bayi di Kota Jogja.
Imunisasi rotavirus dilakukan secara tetes ke mulut bayi dengan rasa manis dan tidak menyebabkan efek samping. Mudahnya imunisasi yang mencegah diare akut pada anak ini diharapkan Dinkes Jogja untuk diikuti seluruh anak dengan usia dua bulan.
Kepala Dinkes Jogja Emma Rahmi Aryani menjelaskan program imunisasi ini diadakan sebanyak tiga tahapan pada 2023 ini. Tahap pertama diberikan saat anak berusia dua bulan, tahap kedua saat anak usia tiga bulan, lalu terakhir saat anak berusia empat bulan. “Tahap ketiga dapat diberikan ke anak yang maksimal berusia enam bulan,” katanya, Rabu (16/8/2023).
Penting diketahui, diare akut pada bayi berpeluang sebesar 90% menyebabkan kematian. Data Dinkes Kota Jogja juga menyebut terdapat tren peningkatan kasus diare akut pada anak.
“Pada 2021 di Kota Jogja ada sekitar 500 kasus diare pada anak dan pada tahun 2022 menjadi sekitar 900. Oleh sebab itu imunisasi RV itu juga untuk mengantisipasi agar jangan sampai terjadi lonjakan kasus diare,” kata Emma.
Emma memaparkan seluruh puskesmas di Kota Jogja sudah dapat digunakan untuk melayani imunisasi rotavirus tanpa dipungut biaya.
“Semua 18 puskesmas melayani pemberian vaksinasi atau imunisasi Rotavirus. Di Puskesmas Grati, kalau di dokter praktik swasta itu memang vaksinnya gratis, tapi mungkin ada jasa kliennya,” katanya.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo yang menghadiri peluncuran imunisasi rotavirus ini menghimbau para orang tua untuk mengikuti program tersebut. “Kami mengajak seluruh warga Kota di Jogja yang mempunyai bayi segera mendatangi puskesmas terdekat untuk bisa dilakukan imunisasi rotavirus,” katanya.
Secara nasional jelas Singgih, program imunisasi rotavirus juga sudah dilakukan karena diare akut pada bayi perlu diantisipasi bersama. “Diare akut yang menyerang pada anak-anak bisa menyebabkan metabolisme pencernaan terganggu, sehingga bisa mengganggu penanganan stunting, sehingga saya minta agar perangkat kalurahan dan lainnya turut menyukseskan program ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabah Ebola di Kongo makin meluas. Sebanyak 75 tenaga kesehatan terinfeksi dan 17 meninggal. WHO sebut risiko penyebaran tinggi.
Rockstar Games gratiskan upgrade GTA 5 dari PS4 dan Xbox One ke PS5 serta Xbox Series X/S. Simak cara klaim dan migrasi datanya.
Pemerintah siapkan sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.
Sugiono menyumbang Rp5 miliar untuk pembangunan Padepokan Tapak Suci Muhammadiyah di Jogja yang dinilai visioner.
SMAN 2 Bantul meminta maaf atas polemik dugaan perundungan yang viral dan menyatakan siap mengikuti investigasi maupun evaluasi.
Pelaksanaan Audisi Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 tinggal 20 hari lagi. Peserta diminta mempersiapkan dengan baik, tidak hanya latihan teknik vokal