Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Meski sudah memasuki musim kemarau dan kekeringan terjadi di sejumlah wilayah, Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul belum mendapat laporan adanya kolam perikanan yang kekeringan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Istriyani, mengatakan tidak adanya kekeringan di sektor perikanan ini karena pembudi daya ikan di Bantul kebanyakan menggunakan sumur sebagai sumber air. “Kolam yang menggunakan irigasi sangat terbatas,” katanya, Senin (21/8/2023).
Pembudi daya ikan di Bantul tidak menggunakan sumber air dari irigasi karena beberapa faktor, seperti kuantitas yang terbatas, kualitas air yang tercemar limbah dan tidak berkelanjutan terutama di musim kemarau. “Untuk pertanian saja kurang, apalagi untuk perikanan,” kata dia.
BACA JUGA: Puncak Kemarau Diperkirakan Agustus hingga Awal September
Adapun kolam yang menggunakan sumber air dari sumur tidak mengalami kekeringan karena pembudidaya ikan menurutnya juga telah memperhitungkan pemilihan lokasi kolam. “Pasti memperhatikan keberlangsungan sumber daya airnya,” paparnya.
Maka para pembudidaya ikan juga telah memilih lokasi yang sumber airnya melimpah. Ia mencontohkan wilyah yang jauh dari perbukitan, seperti Sewon, Jetis dan Bantul. “Kalau daerah pinggiran kayak Imogiri, Pajangan, Dlingo, itu tidak karena berbatasan dengan perbukitan dan pegunungan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau pembudidaya agar lebih mencermati kondisi ikan di musim kemarau ini, karena terjadinya fluktuasi suhu antara siang dan malam. Fluktuasi suhu ini menyebabkan kondisi kesehatan ikan bisa terganggu.
“Treatment untuk adanya fluktuasi suhu. Kematian pada ikan karena fluktuasi suhu siang dan malam perlu diantisipasi. Memberikan banyak vitamin, memberikan peneduh dan sebagainya. Kami sudah berikan Surat Edaran."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.
Praperadilan Febrie Adriansyah ditolak PN Jaksel. Hakim membeberkan pertimbangan soal penetapan tersangka, penggeledahan, hingga TPPU.
Djokovic tersingkir di babak pertama US Open 2026 setelah kalah dari Mariano Navone. Kondisi fisik membuatnya gagal mempertahankan keunggulan.
Pasar tradisional Bantul menghadapi penurunan aktivitas. Pemkab menggerakkan ASN berbelanja setiap Jumat untuk menghidupkan ekonomi pasar.