Advertisement
Nenek Diamuk Massa karena Curi Makanan di Pasar Niten, Begini Kondisi Sehari-harinya
Ilustrasi tawuran. - Antara
Advertisement
Harianjogja,com, BANTUL—Seorang nenek warga Dusun Ngrame, Kasihan, jadi sasaran amuk massa karena kedapatan mencuri kue di Pasar Niten, Kasihan, Selasa (26/8/2023) lalu.
Kepala Dusun Ngrame, Doto membenarkan bahwa nenek malang tersebut sebelumnya memang bertempat tinggal di wilayahnya. Hanya saja saat ini sudah pindah ke wilayah Ambarbinangun, Sleman.
Advertisement
Selain itu, dia juga mengklarifikasi bahwa nama Nenek itu yang benar adalah Wakirah, bukan Ngatinah, seperti yang diberitakan sebelumnya. “Bukan Ngatinah, tetapi namanya Wakirah. Memang orang miskin yang sudah tidak memiliki apa-apa di sini,” ujarnya.
BACA JUGA: Nenek Dihajar Massa karena Ketahuan Mencuri, UPTD PPA Bantul Siap Dampingi
Kendati begitu dari daftar kependudukan Wakirah masih tercatat sebagai orang yang tinggal di Padukuhan tersebut. “KTP-nya memang warga di sini. Tetapi dia sudah tidak bertempat tinggal di sini lagi. Rumahnya sudah ia jual untuk kebutuhan sehari-hari. Suaminya asal Semarang,” katanya.
Selain itu, Wakirah juga diketahui tidak memiliki anak serta saudara dekat .“Tanah satu meter aja enggak punya tetapi memang dia asli kelahiran sini, tetapi sudah habis, generasinya sudah habis karena tidak memiliki keturunan,” ujarnya.
Lebih jauh, Doto mengaku tak tahu banyak soal nasib Wakirah saat ini. Dia hanya mendengar kabar nenek tersebut dan sang suami bekerja sebagai pencari sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Raup Investasi Rp401 Triliun dari Jepang, Seskab: RI Magnet Dunia
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





