Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dua kelompok pemuda yang diduga melakukan kejahatan jalanan dibawa ke kantor polisi. Kedua kelompok tersebut terlibat pertikaian di jalanan di timur JEC, Banguntapan, Jumat (1/9/2023) malam.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan total ada delapan orang yang terlibat dalam kejadian ini, masing-masing YP, 18; AIF, 16; VOY 22; SDS, 17; IT, 20; YPT, 17; YA, 17; dan DAA, 17. “Terjadi selisih paham antara dua rombongan,” ujarnya, Sabtu (2/9/2023).
Ia menceritakan awal mula kejadian ini ketika YP dan ketiga temannya selesai makan dari wilayah Janti, lalu pergi ke selatan menggunakan dua motor. “Sesampainya di simpang empat blok O mereka berhenti, bertemu rombongan IT,” katanya.
Kedua kelompok ini kemudian berbelok ke barat, ke arah JEC. Saat ke barat ini lah IT menggeber motornya dan menarik YP yang masih menaiki motor. Di depan Perpusda DIY, kedua pengendara terjatuh dan terjadi pertikaian.
BACA JUGA:Gunungkidul Nihil Kasus Kejahatan Jalanan, Kapolda DIY Beri Pujian
Sempat ditangkap warga sekitar, kedua kelompok itu kemudian digelandang ke Polsek Banguntapan oleh tim patroli gabungan Samapta Polda DIY dan Polsek Banguntapan. Dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan senjata tajam atau benda berbahaya lainnya dari kedua kelompok.
Adapun kedelapan pemuda ini diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda, dari wilayah Sleman dan Kota Jogja, bahkan ada pula yang sudah lulus. Sehingga diperkirakan kejadian ini tidak berkaitan dengan geng sekolah.
Keempat kendaraan yang digunakan para pemuda tersebut meluputi Honda CRF Nomor Polisi (Nopol) AD 3617 BJE, Honda Vario Nopol AB 5329 WN, Honda Genio Nopol AB 3878 QI dan Honda Scoopy Nopol AB 2136 CX, diamankan dan ditilang oleh Polsek Banguntapan.
Karena sebagian besar para pemuda yang terlibat masih duduk di bangku SMA/SMK, ia mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya terutama di malam hari. “Orang tua berperan agar para pelajar tidak terlibat kejahatan jalanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.