Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Ilustrasi beras impor - ist/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan menilai pelaksanaan operasi beras murah di Gunungkidul disambut dengan antusias oleh masyarakat. Meski demikian, program belum bisa menyasar ke seluruh kapanewon dikarenakan Bulog selaku penyedia sedang fokus penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, sejak awal September melaksanakan operasi pasar dengan komoditas beras. Operasi dilakukan untuk menyetabilkan harga dan stok beras di pasaran. “Sekarang harganya masih tinggi, maka dilakukan operasi pasar,” katanya, Kamis (7/9/2023).
BACA JUGA : Operasi Pasar Beras Murah Digelar di Gunungkidul, Catat Tanggal dan Tempatnya!
Dia menjelaskan, operasi pasar sudah dilaksankaan di beberapa titik seperti Aula Kapanewon Paliyan dan Balai Kalurahan Karangasem. Rencananya pada Senin (11/9/2023) dilaksanakan di Dusun Trowono B serta pada Rabu (13/9/2023) dilakukan di Balai Kalurahan Baleharjo.
Asar mengakui didalam penyelenggaraan yang telah berlangsung, antusias masyarakat sangat tinggi. Pasalnya, jatah beras seberat empat ton di setiap lokasi habis dalam waktu yang relatif singkat. “Makanya pelaksanaan operasi pasar ingin diperluas di seluruh kapanewon,” katanya.
Meski demikian, Asar mengakui perluasan operasi belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Ia berdalih sasaran belum menyasar ke 18 kapanewon di Gunungkidul karena Bulog, selaku penyalur sedang fokus untuk penyediaan stok dalam pelaksanaan program sembako atau BPNT bagi keluarga kurang mampu di Gunungkidul.
“Jadi beras Bulog sedang diprioritaskan untuk penyaluran program sembako. Tapi, setelah penyaluran program selesai akan berkoordinasi agar operasi beras murah bisa dilaksanakan hingga akhir tahun,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, kerja sama dengan Bulog dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menggelar operasi pasar. operasi pasar digelar untuk menyetabilkan harga beras. Kelik tidak menampik harga beras di pasaran sedang tinggi. Per kilonya dipatok Rp12.000-14.000.
BACA JUGA : Harga Beras Terus Naik, Disperindag Sleman Segera Operasi Pasar di 17 Kapanewon
“Sudah di atas Harga Eceran Tertinggi [HET]. Sebelumnya HET dipatok Rp9.450 per kilo, tapi sejak 1 September 2023 menjadi Rp10.900 per kilogram,” katanya.
Kelik mengungkapkan untuk penetapan HET mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional No.67/2023 tentang HET Beras. “Sudah ada acuannya. Tapi, untuk sekarang harganya masih di atas HET,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.