Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau lahan budi daya pertanian milik KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Depok pada Minggu (10/9/2023)./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Lomba taman timun baby di Sleman terus bergulir. Tak hanya mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk produktif melakukan budi daya pertanian, lomba tanam timun juga sukses menghasilkan omzet ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono mengungkapkan lomba tanam timun digelar untuk mengerakkan wanita tani di Sleman. Khususnya untuk mengenalkan agribisnis dengan memanfaatkan lahan pertanian di lingkungannya. Dengan begitu wanita tani bisa menjadi penggerak produksi komoditas pertanian dan memperoleh keuntungan.
"Tidak hanya berupaya meningkatkan produksinya, tetapi KWT juga mampu memproduksi timun baby sesuai kebutuhan pasar. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas," kata Suparmono pada Minggu (10/9/3023) di KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Kapanewon Depok.
Salah satu dampak positif dari lomba tanam timun ini kata Suparmono bisa dilihat dari pendapatan yang diperoleh KWT. Hingga saat ini pendapatan KWT dari lomba ini mencapai Rp115,8 juta. Omzet tersebut dihasilkan dari penjualan timun yang dibanderol dengan harga antara Rp4250-5000 per kilogram.
Baca juga: 4 Pimpinan OPD Pemkot Jogja Sudah Terpilih, Pelantikan Masih Tunggu Kemendagri
Lomba tanam timun baby Bupati Cup diikuti 51 KWT dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman. Total luas lahan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mencapai 17.126 meter persegi.
Penilaian pemenang lomba tanam timun dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari unsur petugas lingkup DPPP Sleman serta praktisi ahli budidaya timun baby. Adapun beberapa kriteria penilaian terdiri dari penilaian budidaya meliputi jarak tanam, tinggi tanaman dan lebar daun serta penilaian produksi yang mencakup panen ke-1 sampai panen ke-20.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meninjau langsung lahan budi daya milik KWT Srikandi Mandiri Gejayan, Kapanewon Depok. Ia mengungkapkan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi.
Melihat potensi tersebut, Kustini mengajak petani agar jeli dalam melihat peluang. Dengan memanfaatkan teknologi, petani juga bisa memperluas pasar serta meraih keuntungan yang lebih tinggi.
"Dengan memanfaatkan teknologi dan mengembangkan skill. Saya harap ibu-ibu KWT dapat meraih pasar yang lebih luas dan pendapatan yang lebih banyak," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.