Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Petugas SAR saat mengevakuasi bangkai penyu yang terdampar di Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Minggu (10/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seekor penyu besar ditemukan mati di Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Minggu (10/9/2023). Bangkai penyu langsung dikuburkan oleh petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan penemuan penyu pertama kali dilihat oleh seorang pedagang di Pantai Sepajang. Pada awalnya ada yang penasaran karena muncul bau tidak sedap. Setelah melakukan penelusuran, bau berasal dari jasad penyu yang terdampar di pantai. “Baunya sangat menyengat sejak Minggu Pagi. Setelah ditelusuri berasal dari bangkai penyu yang terdampar di pantai,” kata Suris kepada wartawan, Minggu siang.
Temuan ini langsung dilaporkan ke petugas SAR. Setelah mendatangi lokasi langsung diputuskan untuk dikubur karena sudah berbau. “Biar baunya cepat hilang, maka bangkai penyu langsung dikubur. Apalagi kawasan Sepanjang juga ramai, meka dengan dikubur langsung tidak menggangu kenyamanan pengunjung,” katanya.
BACA JUGA: Abrasi Ancam Penangkaran Penyu di Pantai Trisik Kulonprogo
Menurut dia, ukuran penyu terhitung besar karena memiliki berat sekitar 50 kilogram, berdiameter 35 centimeter dan panjang sekitar 50 centimeter. Adapun penyebab kematian juga tidak diketahui secara pasti. “Kami juga tidak mengindentifikasi penyu jenis apa karena langsung dikubur. Yang jelas, dalam evakuasi ada dua petugas yang mengangkatnya,” kata Suris.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron Marjono mengatakan, wilayah pantai selatan sejak dahulu memang banyak ditemukan penyu. Namun, seiring dengan perkembangan wisata pantai yang ramai dikunjungi, maka kemunculan penyu sekarang ini sudah jarang terlihat. “Sudah jarang. Malahan beberapa kali menemukan penyu terdampar dalam keadaan mati,” kata Marjono.
Dia menjelaskan, penyu merupakan hewan yang dilindungi. Warga sekitar pesisir selatan juga tidak lagi berani mengambil penyu dan memilih melaporkan apabila menemukan penyu. “Semua penyu dilindungi sehingga tidak ada warga yang berani menangkapnya,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.