Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Veda Ega Pratama (kanan) usai balapan./ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembalap muda asal Kalurahan Wareng, Wonosari, Veda Ega Pratama,14, tampil ciamik dalam dua seri awal Asian Talent Cup (ATC) 2023. Terakhir, ia bisa finis di urutan pertama di race pertama yang berlangsung di Jepang, Sabtu (30/9/2023).
Keberhasilan meraih 25 poin ini, maka untuk sementara Veda nangkring di puncak klasemen sementara dengan total 70 poin. Perjalanan untuk meraih juara umum masih Panjang karena masih ada Sembilan balapan yang harus dilalui dari enam seri ATC 2023.
Ayah Veda, Darmono mengaku senang dengan hasil yang diraih anaknya tersebut. Di tiga balapan yang telah dilalui dapat tampil maksimal sehingga bisa terus tampil di podium.
“Dua kali juara dan sekali runner up,” kata Darmono kepada wartawan, Minggu (1/10/2023).
Menurut dia, Veda semakin matang dan bisa bermain strategi saat balapan. Hal ini terlihat dari peyelenggaraan race pertama di Jepang.
Tampil start di posisi keenam tak membuat Veda panik. Saat balapan dimulai bisa langsung tancap gas hingga akhirnya bisa berada di posisi terdepan hingga menyentuh garis finish.
“Veda bisa tampil lebih tenang. Kemenangan di Jepang merupakan kebanggaan tersendiri karena disana banyak local hero yang kalau bermain di hadapan publiknya akan tampil habis-habisan. Saya bersyukur Veda bisa melaluinya dengan baik,” katanya.
BACA JUGA: Latihan di Pasar Hewan, Pembalap Gunungkidul Raih Podium di Qatar
Meski tampil apik dua seri awal, Darmono tidak ingin membebani target yang tinggi. Ia hanya ingin anaknya bisa tampil baik dan menambah pengalaman di kancah internasional.
“Tidak ada target karena masih banyak yang harus dipelajari. Terpenting bisa tampil baik dan urusan juara adalah bonus dalam membalap,” katanya.
Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, Veda merupakan salah satu anak didik di sekolahnya. Ia pun mengucapkan selamat atas prestasi yang diraihnya dalam kejuaraan balap motor ATC 2023.
“Tentunya kami ikut bangga terhadap prestasi yang diraih anak didik di sekolah kami,” katanya.
Meski berhasil meraih prestasi lewat jalur olahraga, Suhartati berharap kepada Veda untuk tetap terus belajar sehingga kemampuan yang dimiliki bisa seimbang. “Mmeang telah mmeiliki prestasi sampai kancah internasional, tapi tidak boleh melupakan belajar,” katanya.
Untuk diketahui Veda tampil pertama kali di ATC di 2022. Meski berstatus rookie di ajang ini, namun ia bisa tampil apik. Pasalnya, dari enam seri dengan 12 kali balapan, ia berhasil meraih 141 poin dan berada di urutan ketiga di klasemen akhir balapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.