Lebih dari 44 Ribu Anak dari Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, Kulonprogo—Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo, meningkatkan kemampuan petani dalam produksi pupuk organik dengan bimbingan teknis pembuatan pupuk organik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono di Kulonprogo, DIY, Minggu, mengatakan bimbingan teknis pembuatan pupuk organik diharapkan mengatasi kelangkaan pupuk.
"Kami juga memfasilitasi alat pengolah pupuk organik kepada kelompok tani dan meningkatkan penggunaan pupuk organik pada kelompok tani di antaranya dengan memberikan fasilitasi pupuk organik," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan kegiatan fasilitasi saprodi untuk kelompok tani selalu memasukkan pupuk organik sebagai salah satu komponen yang diberikan/dihibahkan kepada kelompok tani.
"Kami juga selalu menyosialisasikan fungsi dan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk budi daya pertanian dan kelestarian alam," katanya.
Trenggono mengatakan Dinas Pertanian juga melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan pupuk bersubsidi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing menyelesaikan masalah penyaluran pupuk sesuai dengan aturan.
Hal ini untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi atau petani kesulitan menebus pupuk bersubsidi meski sudah mempunyai kartu tani dan sudah membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
BACA JUGA: 8 Jenis Rempah yang Penting Untuk Kesehatan Jantung, Ada Cabe Rawit hingga Kunyit
Adapun alokasi pupuk bersubsidi di Kulonprogo pada 2023 sebanyak 20.014 ton terdiri dari pupuk Urea sebanyak 11.121 ton, NPK sebanyak 8.387 ton, dan NPK formula sebanyak 506 ton.
Penyelesaian masalah dilakukan berjenjang dan badan penyuluhan pertanian (BPP) adalah garda terdepan penyelesaian komplain.
"Selain itu, menyarankan petani untuk menggunakan pupuk organik sebagai salah satu alternatif memenuhi kebutuhan pupuk saat pupuk subsidi belum tersedia di waktu yang dibutuhkan," katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Hamdan Abda mengatakan persoalan petani kesulitan mendapat pupuk bersubsidi tidak dapat dipukul rata karena sifatnya kasus khusus. Setiap petani persoalannya berbeda, ada petani yang mengeluh kesulitan mendapat pupuk, tapi saat ditelusuri tidak masuk dalam kelompok tani.
Hal yang bisa diperbaiki, yakni kartu tani bermasalah atau belum menerima kartu tani. Persoalan tersebut sudah diatasi oleh petugas penyuluh pertanian.
"Kami mengimbau kepada petani Kulonprogo yang kesulitan mendapatkan pupuk, langsung menghubungi petugas penyuluh pertanian terdekat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.