Rupiah Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Rupiah melemah ke Rp18.046 per dolar AS akibat kekhawatiran pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengoptimalkan beberapa program sebagai strategi untuk percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem tahun depan. Angka kemiskinan ekstrem di Bumi Handayani mencapai 6.390 jiwa.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Gunungkidul mengatakan program utama pengentasan kemiskinan ekstrem meliputi padat karya, pembangunan jalan usaha tani, pemberdayaan UMKM, kelompok usaha bersama fakir miskin, Usaha Sosial Ekonomi Produktif Keluarga Miskin (USEP KM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) daerah, dan pendampingan petani.
"Kami yakini program tersebut mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kurang mampu dan memberdayakan mereka, sehingga dapat mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Gunungkidul," kata Sunaryanta, Sabtu (13/10/2023)
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kata dia, saat ini jumlah kemiskinan ekstrem di Gunungkidul mencapai 6.390 jiwa yang 5.000an jiwa diantaranya telah ikut Program Keluarga Harapan (PKH) dan memperoleh sembako. Sementara itu total kemiskinan secara makro di Gunungkidul jumlahnya mencapai 143.620 jiwa.
"Untuk mencapai target kemiskinan ekstrem nol persen, pemkab mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menekan kemiskinan dan mengaktifkan kolaborasi lintas sektor dari pusat dan daerah," katanya.
Lebih lanjut Sunaryanta mengatakan ada tiga program utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem meliputi bantuan sosial guna mengurangi beban masyarakat, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan penurunan kantong kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar.
BACA JUGA: 6.390 Keluarga di Gunungkidul Miskin Ekstrem
Terkait langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Gunungkidul dalam rangka penurunan angka kemiskinan ekstrem, lanjutnya, Pemkab Gunungkidul melaksanakan percepatan melalui kegiatan bansos, jaminan layanan kesehatan melalui PBI BPJS, stimulan jamban sehat, PKH, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pemberian sembako, layanan air bersih dan sanitasi.
"Penurunan jumlah kantong kemiskinan dilakukan melalui keterjangkauan akses infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi, dan listrik), dan layanan dasar (pendidikan dan kesehatan) serta meningkatkan konektivitas wilayah," katanya.
Sebelumnya Anggota DPRD Gunungkidul Sugito meminta Pemkab Gunungkidul memperbanyak program untuk percepatan pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem. Saat ini kemiskinan di Gunungkidul lebih dari 16 persen.
"Langkah-langkah apa yang sudah dilakukan oleh pemkab dalam menangani hal itu dan mohon dijelaskan progres terkait hal itu," kata Sugito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp18.046 per dolar AS akibat kekhawatiran pengetatan kebijakan The Fed dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil turun dengan selamat saat karhutla belum padam. Polisi menutup jalur dan menyiapkan evakuasi.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi Program 3 Juta Rumah tercatat 324.213 unit. Pemerintah menggenjot FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polisi mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Seorang aktivis perempuan mendapat penanganan medis.