Raperda RTRW Gunungkidul Disepakati, Investasi Bakal Lebih Terarah
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Pelaksanaan Festival Memedi Sawah yang diselenggarakan di area pertanian di Padukuhan Plumbungan, Putat, Patuk. Minggu (15/10/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Putat, Patuk, Gunungkidul menggelar Festival Memedi Sawah. Selain mendorong peningkatan produktivitas pertanian, kegiatan ini juga sebagai upaya pengembangan pariwisata wilayah setempat.
Ketua Panitia Festival Memedi Sawah, Kemiran mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari mulai Sabtu (14/10/2023) hingga Minggu (15/10/2023). Ada banyak rangkian kegiatan dalam festival ini mulai dari fashion show, kirab memedi sawah hingga pameran UMKM.
BACA JUGA: Pengeluaran APBD 2024 Gunungkidul Didominasi untuk Gaji Pegawai
“Di Putat ada Sembilan padukuhan dan semua mengirimkan wakil untuk berpartisipasi dalam Festival Memedi Sawah,” kata Kemiran kepada wartawan, Minggu (15/10/2023).
Menurut dia, setiap padukuhan diminta membuat empat boneka memedi sawah. Rinciannya, dua boneka memedi sawah serta dua lainnya orang yang memeragakannya.
“Acara berlangsung meriah karena tidak hanya dari Putat, tapi warga dari luar daerah juga menyaksikan festival ini,” katanya.
Kemiran menjelaskan, boneka memedi sawah merupakan orang-orangan yang dibuat kemudian di pasang di tengah sawah yang ditanami padi. Tujuan pemasangan untuk mengusir serangan hama pipit.
Di tengah perkembangan zaman, pemasangan boneka memedi sawah mulai jarang terlihat karena digantikan dengan cara lain. Oleh karenanya, festival digelar untuk melestarikan tradisi serta mengenalkan kepada generasi muda tentang kegiatan dalam pertanian.
“Tentunya kegiatan ini juga sebagai upaya mendukung pengembangan wisata di Putat,” katanya.
Menurut dia, di wilayahnya ada sejumlah destinasi seperti Kampung Emas Plumbungan hingga sentra kerajinan topeng kayu di Padukuhan Bobung. “Kami ingin menyelenggarakan Festival Memedi Sawah secara rutin,” katanya.
BACA JUGA: Savana Bromo Kembali Menghijau Usai Terbakar, Begini Penampakannya
Lurah Putat, Rusbandi mengapresiasi penyelenggaraan Festival Memedi Sawah 2023. Hal ini sebagai penanda wilayahnya sebagai salah satu lumbung padi di Kapanewon Patuk.
“Dengan acara ini bisa merajut kebersamaan, kerukunan, kemandirian dan kemakmuran antar warga untuk saling bersinergi,” katanya.
Rusbandi mengakui wilayahnya banyak memiliki lahan abadi untuk pertanian. Potensi ini harus dikelola dengan baik sehingga upaya memperkuat ketahanan pangan bisa terlaksana.
“Program pangan dengan pemanfaatan lahan yang ada harus dilakukan. Selain itu, potensi yang ada juga bisa dikolaborasikan dengan pengembangan sektor kepariwisataan yang diwujudkan pengelanggaran Festival Memedi Sawah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Kamis 10 September 2026 buka di Kapanewon Nanggulan. Cek jam layanan dan syarat perpanjangannya di sini.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Kamis 10 September 2026 buka di Balai Kalurahan Siraman Wonosari. Cek jam layanan dan syaratnya di sini.
Jadwal SIM Keliling Bantul Kamis 10 September 2026 hadir di Kalurahan Gilangharjo Pandak. Cek jam layanan dan syarat perpanjangannya di sini
momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan sport industry (industri olahraga) dan sport tourism
Barcelona mengawali Liga Champions 2026/27 dengan kemenangan 5-1 atas Feyenoord. Raphinha mencetak dua gol di Camp Nou.