Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Jogja Sri Panggarti (kedua dari kanan) saat melakukan pemantauan kesehatan hewan ternak. Dok DPP Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Jogja rutin melakukan pemantauan ternak di wilayahnya untuk memastikan peternak mengurus Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Tujuannya agar hewan ternak di Jogja terjamin kesehatannya.
SKKH juga untuk memastikan lalu lintas hewan ternak di Kota Jogja terjamin keamanannya agar tidak menyebabkan sebaran penyakit pada hewan. DPP Jogja menjelaskan SKKH juga untuk mempermudah mitigasi kesehatan ternak di Jogja apabila terdapat ancaman penyakit.
BACA JUGA: Sleman Kini Punya Kawasan Pertanian Sehat Komoditas Telur Ayam Ras
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Jogja Sri Panggarti menyebut ada beberapa jenis penyakit hewan ternak yang perlu diperhatikan. “Terbaru kami menemukan empat hewan ternak sapi dan kambing yang mengalami kasus enteritis. Kasus enteritis terjadi pada hewan ditemukan di wilayah Kelurahan Suryodiningratan, Kelurahan Sorosutan, Kelurahan Lowanu dan Kelurahan Bener,” jelasnya.
Panggarti menjelaskan Enteritis adalah suatu proses radang usus yang berjalan akut atau kronis yang bisa menyebabkan kematian pada hewan ternak. “Penyebab kasus enteritis ini dikarenakan terdapat cacing maupun bakteri pada hewan ternak yang kebanyakan adalah hewan ternak yang baru saja dibeli namun tidak diketahui riwayat sebelumnya,” ungkapnya.
Mengantisipasi kasus penyakit tersebut, jelas Panggarti, DPP Jogja memiliki program pemeriksaan (Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (Yanduwan). “Dalam Yanduwan ini kami juga terus mendorong agar peternak memiliki kesadaran akan pentingnya SKKH,” terangnya.
BACA JUGA: Wilayah Selatan Garut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 5,4, Ini Penjelasan BMKG
Tidak hanya penyakit enteritis saja yang perlu diwaspadai, lanjut Panggarti, penyakit lain seperti antraks, PMK, LSD dan lain sebagainya juga perlu diwaspadai. “Dimana penyakit-penyakit ini bisa menyerang kapan saja. Bahkan bisa mengalami kematian pada hewan,” ingatnya.
Panggarti menerangkan peternak dapat terhindar dari hewan sakit apabila jeli dalam membeli. “Jeli ini dapat dilakukan dengan mudah yaitu memastikan hewan ternak yang akan dibeli memiliki SKKH, jika ada SKKH itu bisa dilihat apakah hewan itu sakit atau tidak, dari situ bisa diantisipasi beli hewan sakit,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.