PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul meyalurkan bantuan kepada warga./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini mengalokasikan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3 miliar. Pagu itu disediakan untuk pendanaan kegiatan yang bersifat darurat maupun tidak terencanakan, salah satunya untuk penambahan anggaran dropping air.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan alokasi anggaran BTT yang disediakan sebesar Rp3 miliar. Dana cadangan ini disediakan untuk membiayai pengeluaran yang tidak biasa dan diharapkan tidak terulang.
Beberapa kegiatan di antaranya seperti untuk keadaan darurat karena bencana, keperluan mendesak hingga pemberian bantaun sosial yang tak direncanakan sebelumnya, termasuk didalamnya untuk penyaluran air bersih pada saat ditetapkan siaga darurat kekeringan. “Intinya untuk cadangan pembiayaan yang tidak terduga,” kata Putro, Jumat (20/10/2023).
Meski sudah disiapkan, namun tak serta merta bisa langsung diambil. Putro berdalih untuk penyaluran air bersih diprioritaskan menggunakan anggaran yang melekat di organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu.
BACA JUGA: Musim Kemarau 10 Kapanewon di Bantul Dilanda Kekeringan, Ini Daftarnya
Dia menegaskan, akses BTT bisa dilakukan pada saat alokasi yang dianggarkan melalui APBD sudah benar-benar habis. “Penyaluran diprioritaskan menggunakan anggaran di BPBD. Baru setelah habis bisa mengajukan tambahan melalui BTT,” katanya.
Putro menambahkan, dengan penetapan status siaga darurat kekeringan, maka BPBD bisa mengakses BTT untuk penyaluran bantuan air ke Masyarakat. Adapun prosesnya dengan cara Menyusun Rencana Kegiatan Anggaran disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.
“Untuk cairnnya cepat dan mudah. Jadi, kalau benar sudah habis [anggaran droping] bisa langsung mengusulkan tambahan, maka akan kami proses secepatnya dengan menambah lewat BTT,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran droping air sebanyak 1.026 tangki. Hingga Jumat (20/10/2023) sudah tersalurkan sebanyak 708 tangki yang disalurkan ke warga di 14 kapanewon. “Yang belum mengajukan permintaan bantuan ada di Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu dan Patuk,” kata Sumadi, Jumat siang.
Menurut dia, masih ada sisa kuota sebanyak 318 tangki. Diperkirakan penyaluran bantuan hanya bertahan hingga pertengahan November dikarenakan setiap harinya ada 16 tangki yang disalurkan ke masyarakat. “Memang sudah mulai menipis. Kalau habis, kami ajukan tambahan anggaran melalui belanja tak terduga milik pemkab,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.