Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Ilustrasi mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul meyalurkan bantuan kepada warga./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini mengalokasikan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3 miliar. Pagu itu disediakan untuk pendanaan kegiatan yang bersifat darurat maupun tidak terencanakan, salah satunya untuk penambahan anggaran dropping air.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan alokasi anggaran BTT yang disediakan sebesar Rp3 miliar. Dana cadangan ini disediakan untuk membiayai pengeluaran yang tidak biasa dan diharapkan tidak terulang.
Beberapa kegiatan di antaranya seperti untuk keadaan darurat karena bencana, keperluan mendesak hingga pemberian bantaun sosial yang tak direncanakan sebelumnya, termasuk didalamnya untuk penyaluran air bersih pada saat ditetapkan siaga darurat kekeringan. “Intinya untuk cadangan pembiayaan yang tidak terduga,” kata Putro, Jumat (20/10/2023).
Meski sudah disiapkan, namun tak serta merta bisa langsung diambil. Putro berdalih untuk penyaluran air bersih diprioritaskan menggunakan anggaran yang melekat di organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu.
BACA JUGA: Musim Kemarau 10 Kapanewon di Bantul Dilanda Kekeringan, Ini Daftarnya
Dia menegaskan, akses BTT bisa dilakukan pada saat alokasi yang dianggarkan melalui APBD sudah benar-benar habis. “Penyaluran diprioritaskan menggunakan anggaran di BPBD. Baru setelah habis bisa mengajukan tambahan melalui BTT,” katanya.
Putro menambahkan, dengan penetapan status siaga darurat kekeringan, maka BPBD bisa mengakses BTT untuk penyaluran bantuan air ke Masyarakat. Adapun prosesnya dengan cara Menyusun Rencana Kegiatan Anggaran disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.
“Untuk cairnnya cepat dan mudah. Jadi, kalau benar sudah habis [anggaran droping] bisa langsung mengusulkan tambahan, maka akan kami proses secepatnya dengan menambah lewat BTT,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran droping air sebanyak 1.026 tangki. Hingga Jumat (20/10/2023) sudah tersalurkan sebanyak 708 tangki yang disalurkan ke warga di 14 kapanewon. “Yang belum mengajukan permintaan bantuan ada di Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu dan Patuk,” kata Sumadi, Jumat siang.
Menurut dia, masih ada sisa kuota sebanyak 318 tangki. Diperkirakan penyaluran bantuan hanya bertahan hingga pertengahan November dikarenakan setiap harinya ada 16 tangki yang disalurkan ke masyarakat. “Memang sudah mulai menipis. Kalau habis, kami ajukan tambahan anggaran melalui belanja tak terduga milik pemkab,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.