Jelang Pilur Serentak, Lurah di Gunungkidul Wajib Rampungkan LPJ
Jelang Pilur serentak Gunungkidul 2026, lurah diwajibkan menyerahkan LPJ akhir masa jabatan kepada bupati paling lambat 26 Juni 2026.
Ilustrasi mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul meyalurkan bantuan kepada warga./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul tahun ini mengalokasikan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3 miliar. Pagu itu disediakan untuk pendanaan kegiatan yang bersifat darurat maupun tidak terencanakan, salah satunya untuk penambahan anggaran dropping air.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan alokasi anggaran BTT yang disediakan sebesar Rp3 miliar. Dana cadangan ini disediakan untuk membiayai pengeluaran yang tidak biasa dan diharapkan tidak terulang.
Beberapa kegiatan di antaranya seperti untuk keadaan darurat karena bencana, keperluan mendesak hingga pemberian bantaun sosial yang tak direncanakan sebelumnya, termasuk didalamnya untuk penyaluran air bersih pada saat ditetapkan siaga darurat kekeringan. “Intinya untuk cadangan pembiayaan yang tidak terduga,” kata Putro, Jumat (20/10/2023).
Meski sudah disiapkan, namun tak serta merta bisa langsung diambil. Putro berdalih untuk penyaluran air bersih diprioritaskan menggunakan anggaran yang melekat di organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu.
BACA JUGA: Musim Kemarau 10 Kapanewon di Bantul Dilanda Kekeringan, Ini Daftarnya
Dia menegaskan, akses BTT bisa dilakukan pada saat alokasi yang dianggarkan melalui APBD sudah benar-benar habis. “Penyaluran diprioritaskan menggunakan anggaran di BPBD. Baru setelah habis bisa mengajukan tambahan melalui BTT,” katanya.
Putro menambahkan, dengan penetapan status siaga darurat kekeringan, maka BPBD bisa mengakses BTT untuk penyaluran bantuan air ke Masyarakat. Adapun prosesnya dengan cara Menyusun Rencana Kegiatan Anggaran disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan.
“Untuk cairnnya cepat dan mudah. Jadi, kalau benar sudah habis [anggaran droping] bisa langsung mengusulkan tambahan, maka akan kami proses secepatnya dengan menambah lewat BTT,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran droping air sebanyak 1.026 tangki. Hingga Jumat (20/10/2023) sudah tersalurkan sebanyak 708 tangki yang disalurkan ke warga di 14 kapanewon. “Yang belum mengajukan permintaan bantuan ada di Kapanewon Wonosari, Playen, Semanu dan Patuk,” kata Sumadi, Jumat siang.
Menurut dia, masih ada sisa kuota sebanyak 318 tangki. Diperkirakan penyaluran bantuan hanya bertahan hingga pertengahan November dikarenakan setiap harinya ada 16 tangki yang disalurkan ke masyarakat. “Memang sudah mulai menipis. Kalau habis, kami ajukan tambahan anggaran melalui belanja tak terduga milik pemkab,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Pilur serentak Gunungkidul 2026, lurah diwajibkan menyerahkan LPJ akhir masa jabatan kepada bupati paling lambat 26 Juni 2026.
Siswi SMAN 6 Jakarta meninggal dunia usai terjatuh dari motor di Kebayoran Baru. Kabel yang menjorok ke jalan diduga menjadi penyebab kecelakaan.
Parkir bus Senopati tak lagi difungsikan. DPRD Kota Jogja menyoroti akses wisatawan ke Malioboro dan Taman Pintar saat musim libur sekolah.
BPS Bantul mulai Sensus Ekonomi 2026 secara door to door hingga Agustus. Seluruh rumah tangga dan pelaku usaha menjadi sasaran pendataan.
Polres Kulonprogo menetapkan Lurah Garongan sebagai tersangka dugaan pungli layanan kalurahan. Polisi menemukan lebih dari satu korban.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.