Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana membangun lokasi penangkaran satwa endemik lokal di Kalurahan Giritirto, Purwosari. Guna mewujudkan program ini dipersiapkan Rp4 miliar untuk pembebasan lahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, pemkab memiliki ide untuk membuat tempat penangkaran satwa lokal di Gunungkidul. Lokasi yang dipilih berada di Kalurahan Giritirto dengan luasan lahan mencapai dua hektare.
Menurut dia, proses masih dalam tahap persiapan. Salah satunya dengan pembebasan lahan. Untuk pembebasan sedang dalam proses dan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.
BACA JUGA : 8 Ekor Sapi Dari Bantul Diusulkan Jadi Hewan Kurban Presiden Jokowi
“Ada bantuan dari dana keistimewaan untuk pembebasan. Total nilai anggaran yang disediakan mencapai Rp4 miliar,” katanya, Rabu (25/10/2023).
Selain pembebasan lahan, tahun ini juga ada penyusunan masterplan dan detail engineering design (DED). Secara garis besar lokasi ini tidak hanya untuk tempat penangkaran, tapi juga dilengkapi dengan sarana edukasi serta ada kandang-kandang besar untuk penangkaran.
“Detailnya akan dituangkan dalam masterplan dan DED. Sekarang masih dalam proses penyusunan,” kata Hary.
Menurut dia, pembangunan lokasi penangkaran satwa lokal dilakukan secara simultan. Diharapkan tahun depan sudah dimulai pembangunannya dengan dukungan dari danais.
“Tentunya juga kami lengkapi dengan studi kelayakan. Salah satunya dengan mengidentifikasi satwal lokal di Gunungkidul apa saja agar bisa mengisi di lokasi penangkaran,” katanya.
Disinggung mengenai ide pembangunan tempat penangkaran, Hary mengakui seabgai salah satu program pengembangan Kawasan di Bumi Handayani. Lokasi dipilih di Kalurahan Giritirto, Purwosari karena sesuai dengan potensi, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
“Tentunya program ini juga sebagai upaya mendukung pengembangan wisata di Kawasan tersebut,” kata Hary lagi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, lokasi penangkaran di Kalurahan Giritirto sebagau langkah awal untuk penyiapan ekosistem lokal. Salah satunya juga sebagai upaya mengurangi konflik manusia dengan monyet ekor Panjang.
BACA JUGA : Jerapah Tanpa Bintik Lahir di Amerika Serikat, Diperkirakan Satu-satunya di Dunia
“Pengendaliannya melalui ekosistem agar habitatnya tidak mengganggu Masyarakat. Jadi, dibuatlah konsep ini,” kata Aldian.
Dia menjelaskan, untuk pembangunan sepenuhnya didukung dari dana keistimewaan milik Pemerintah DIY. Namun juga tidak menutup kemungkinan juga untuk pengembangan wisata. “Nanti juga sangat bergantung dengan potensi yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.