Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul akan membangun industri daur ulang sampah anorganik pada 2024. Rencana ini menjadi salah satu bagian dari program Bantul Bersih Sampah 2025 (Bantul Bersama) dan menghadapi ditutupnya TPA Piyungan secara permanen 2024.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan industri daur ulang ini masih menjadi rangkaian dalam penanganan sampah di Bantul, mulai dari pengolahan sampah di tingkat kalurahan, pembangunan tempat pengolahan ampah terpadu (TPST) di beberapa tititk hingga pembuatan industri daur ulang.
Selama ini, sampah anorganik yang telah terpilah biasanya dikirim ke luar daerah seperti Jawa Timur, untuk proses daur ulang. “Misalnya kertas, dikirim ke sana, dijadikan bubur kertas, lalu dicetak kembali menjadi kertas. Plastik juga demikian, dikirim ke bberapa daerah di Jawa Timur untuk didaurulang,” ujarnya, Senin (30/10/2023).
Baca Juga: Bantul Bebas Sampah 2025, Bupati Ajak Generasi Muda Pilah Sampah
Untuk mengefisienkan proses daur ulang tersebut, maka Pemkab Bantul akan membangun sendiri industri daur ulang, yang akan dimulai pada 2024. “Jadi kita tingkatkan nilai tambah dari sampah, karena sudah menjadi komoditi ekonomi. Kalau kita sudah punya industri recycle di Bantul maka kita akan memperoleh nilai tambah,” katanya.
Nilai tambah tersebut antara lain penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki pengelolaan sampah secara paripurna. Adapun pengelola industri daur ulang ini nantinya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aneka Dharma.
Baca Juga: Kasus ISPA di Bantul Naik 3 Bulan Terakhir, Penyebabnya Ternyata Bukan Asap Pembakaran Sampah
Lokasi yang akan digunakan untuk industri daur ulang ini, ia belum bisa menyebutkan pastinya, karena masih ada beberapa alternatif. “Industri ini boleh jadi tidak hanya satu, mungkin ada dua, yang khusus mendaurulang plastik, khusus mendaurulang kertas, atau bahan-bahan yang lain,” katanya.
Teknologi yang akan digunakan juga menurutnya sudah ada, sehingga Pemkab Bantul saat ini tinggal menyiapkan lahan dan anggaran. “Ini baru tahap studi kelayakan, jadi ini harus dihitung secara detail, BC Ratio atau Benefit Coast Ratio-nya berapa, tingkat kelayakanya, penyerapan tenaga kerjanya berapa, hasil penjualan produk recycle berapa,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Bantul Siapkan Sejumlah TPST Olah Sampah Residu Komunal
Seperti diketahui, TPA Piyungan akan ditutup secara permanen pada 2024. Setiap kabupaten yang selama ini mengangkut sampah ke TPA Piyungan diminta untuk menangani sendiri pengolahan sampah yang diproduksi warganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejak diresmikan tahun lalu, Griya Batik Jogja mulai disiapkan sebagai ruang edukasi sekaligus promosi batik Jogja
September 2026 tidak memiliki tanggal merah dari libur nasional dan cuti bersama. Simak daftar hari Minggu dan tanggal penting sepanjang September.
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober. Cek syarat, jadwal, bantuan biaya hidup, dan cara daftar KIP Kuliah terbaru.
Java United menjual tiket laga kandang Super League 2026/2027 mulai Rp15.000. Harga ini memecahkan rekor tiket termurah yang sebelumnya dipegang Persik.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.