Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
BPBD Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan. - Antara/HO-Dokumen Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY masih menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan meski sebagian daerah itu sudah dilanda hujan sejak akhir Oktober lalu. Hal ini diakibatkan turunnya hujan belum merata dan masih berintensitas rendah.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, data terakhir bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan ekstrem sudah mencapai angka 31 juta liter dan tersebar di 33 kapanewon. Menurutnya menjelang masuknya musim penghujan ini wilayah yang paling terdampak justru di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Proyek Irigasi Gagal di Bantul Tidak Terkait Kasus SYL
"Sekarang yang tinggi dampaknya di Sleman, tapi Sleman utara kemarin sudah hujan meskipun masih sangat rendah," ujar Noviar Sabtu (4/11/2023).
Menurut Noviar, berdasarkan koordinasi pihaknya dengan BMKG masuknya musim penghujan di wilayah setempat berlangsung pada akhir November mendatang. Bantuan air bersih dari pihaknya pun masih disiagakan untuk masyarakat yang masih merasakan kesulitan air bersih.
"Selain dari pemerintah kita juga cukup terbantu dengan adanya bantuan dari pihak ketiga serta relawan-relawan yang memberikan sumbangan air," ucapnya.
BACA JUGA: Siang Hari Suhu Panas Jogja Mencapai 34 Derajat Celcius, Sleman Berpotensi Hujan Ringan
Menurut Noviar, hingga saat ini baru Kabupaten Kulonprogo saja yang mengakses anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan darurat kekeringan senilai Rp168 juta. Sementara kabupaten lain masih melakukan penanganan dengan anggaran APBD reguler.
"Semoga nanti di Desember musim hujannya sudah kembali normal. Hanya saja nanti yang kita waspadai di bulan Februari karena di sana musim hujan curah hujannya lebih tinggi, itu yang berpotensi akan bencana," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.