Kecelakaan Maut di Ringroad Wonosari, 2 Pemotor Meninggal
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Kondisi Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. Kemarau Panjang mengakibatkan debit air di bendungan menyusut sangat drastis. Selasa (7/11/2023). (Harian Jogja/David Kurniawan)\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemarau Panjang membuat Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong mengering. Kondisi ini merupakan yang terparang dibandingkan dengan kejadian di tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang warga di Kalurahan Umbulrejo, Nugroho Catur Wasono mengatakan, di musim kemarau penyusutan debit air di Bendungan Beton merupakan hal yang biasa dan hampir terjadi di setiap tahun. Meski demikian, kondisi di tahun ini sangat berbeda.
Kemarau yang panjang memberikan dampak yang signifikan dikarenakan bendungan hampir mengering. Bedungan yang memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi ini hanya menyisakan sedikit air dalam bentuk aliran Sungai dan kubangan dengan kedalaman setinggi mata kaki orang dewasa di sisi barat.
“Ini airnya hampir habis karena mayoritas menjadi daratan. Kondisinya juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena sekarang lebih parah,” kata Catur kepada Harianjogja.com, Rabu (8/11/2023).
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat bendungan beton mengering. Selain kemarau Panjang yang berdampak terhadap debit air, juga dikarenakan sumber yang difokuskan untuk kebutuhan air bersih warga dan pertanian.
Akibatnya, air yang keluar dari sumber tidak langsung dialirkan ke bendungan, tapi dialihkan untuk pertanian melalui saluran di samping jalan di dekat bendungan. Di sisi lain, juga terjadi sedimentasi yang parah sehingga daya tampung tidak lagi normal.
“Kalau normal kedalamannya bisa mencapai 2,5 meter, tapi sekrang maksimal hanya 1,5 meter. Kondisi ini jelas berpenaruh terhadapt debit yang bisa ditampung,” katanya.
Menurut Catur mengeringnya Bendungan Beton bukan hal yang harus dikhawatirkan karena saat penghujan airnya akan memenuhi bak penampungan. Bagi warga, lanjut dia, yang terpenting sumber mata air yang berada di sisi timur bendungan tidak berhenti mengalir.
“Alhamdulillah masih lancar dan belum pernah berhenti mengalir hingga sekarang. Jadi, kebutuhan air ke warga sekitar masih terpenuhi,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Lurah Umbulrejo, Wakiman. Menurut dia, meski air di Bendungan Beton mengering tidak mengganggu pasokan air bersih ke Masyarakat.
“Pasokan ke warga masih lancar,” katanya.
Menurut dia, mengeringnya Bendungan Beton sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu. Diharapkan hujan segera turun sehingga kondisi bisa Kembali normal. “Mudah-mudahan hujan tidak akan lama lagi sehingga air di bendungan bisa Kembali penuh,” katanya. (David Kurniawan)
Foto
Harian Jogja/David Kurniawan
Kondisi Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. Kemarau Panjang mengakibatkan debit air di bendungan menyusut sangat drastis. Selasa (7/11/2023)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.