Advertisement
Waspada! Banjir dan Longsor Jadi Ancaman di Musim Hujan DIY
Ilustrasi longsor. - Pixabay/Saiful Mulia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY mengingatkan warga di wilayah rawan bencana longsor seperti di bibir sungai dan sepanjang tebing untuk waspada memasuki awal musim penghujan yang mulai berlangsung di wilayah setempat. Tanah yang muncul retakan lantaran terlalu kering akibat musim kemarau disebut sangat rentan terjadi longsor jika terkena guyuran air hujan yang cukup deras dan lama.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, meski sudah mulai diguyur hujan wilayah setempat sekarang masih dalam musim pancaroba. Hanya saja masyarakat tetap perlu mewaspadai ancaman bencana seperti banjir maupun tanah longsor terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang dekat dengan area tebing.
Advertisement
BACA JUGA : BPBD Bantul Imbau Masyarakat Waspadai Banjir, Longsor dan Angin Kencang
“Terutama kemarin yang banyak kejadian di Kulonprogo dan Gunungkidul meski demikian ada beberapa wilayah di sekitar sungai juga ada beberapa yang mengalami longsor, itu kami imbau agar waspada," kata Lilik, Rabu (15/11/2023).
Sementara wilayah banjir kerap terjadi di Kabupaten Kulonprogo selatan dan Bantul selatan. Warga yang bermukim di sepanjang bibir sungai pun patut mewaspadai kenaikan debit air akibat masuknya musim penghujan ini. Sementara untuk talud, pihaknya mengaku sampai sekarang belum mendapatkan laporan soal adanya kejadian yang retak atau perlu diperbaiki.
"Namun perlu diwaspadai karena kemarin kemarau cukup panjang, tanah-tanah banyak yang retak, tanah di tebing perlu diwaspadai, bila ada retakan laporkan ke BPBD melalui kelurahan atau desa, kami akan koordinasikan dengan pihak terkait," jelasnya.
Persiapan menghadapi musim penghujan, BPBD DIY sudah berkoordinasi dengan sukarelawan dan BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan. Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal menggelar apel kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan.
"Pekan ini kami juga akan memastikan logistik untuk peralatan yang biasanya dibutuhkan saat bencana hidrometeorologi. Beberapa kelurahan juga mendapat bantuan peralatan bila ada pohon tumbang bisa diatasi secara mandri di wilayah tersebut," jelasnya.
BACA JUGA : Kulonprogo Petakan Kawasan Rawan Longsor, Sukarelawan Mulai Disiagakan
Selain itu potensi pohon tumbang yang dikhawatirkan bakal menimbulkan korban. Hujan deras disertai angin kencang membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk pula baliho yang dalam waktu dekat akan memasuki masa tahapan kampanye.
"Kalau di fasilitas umum dan tepi jalan ini sesuai kewenangan dari DLHK. Kami besok juga akan mengundang dari DLHK dan Dinas Perizinan terkait baliho itu juga, ini kan rawan dan mesti dicek kembali kekuatannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengamat: RUU Perampasan Aset Ujian Serius Komitmen Antikorupsi
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- SIM Keliling Kulonprogo 14 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Prakt
- Prakiraan Cuaca DIY Sabtu 14 Februari 2026: Hujan Ringan di 4 Wilayah
- Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 14 Februari 2026, Dukung Mobilitas Warga
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Jogja Beroperasi Sabtu 14 Februari 2026
- Bantul Siapkan Rp658,7 Miliar untuk 11 Paket Pengadaan Swakelola 2026
Advertisement
Advertisement






