Pemkot Jogja dan KAI Siapkan 50 Becak Listrik Pengganti Bentor
Pemkot Jogja mulai mengganti 50 bentor di Malioboro menjadi becak listrik bantuan PT KAI untuk mendukung transportasi ramah lingkungan
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana banjir, longsor dan angin kencang selama awal musim penghujan.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol menyampaikan beberapa kapanewon di Kabupaten Bantul memiliki potensi terjadi bencana banjir dan longsor saat musim penghujan.
Baca Juga: Simak! Daftar Banjir Parah di Gunungkidul selama Lima Tahun Terakhir
Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Bantul daerah yang memiliki potensi banjir yaitu Kapanewon Bantul, Kretek, Pleret, Pundong, Piyungan, Jetis, Banguntapan, dan Imogiri. Sementara kapanewon yang memiliki potensi terjadinya longsor ada di Kapewon Imogiri, Pundong dan Piyungan.
Dia pun meminta daerah yang berpotensi mengalami banjir dan longsor selama musim penghujan agar dapat mewaspadai bencana tersebut.
“Sekarang warga dapat mulai membersihkan sampah yang ada di sungai atau aliran air, sehingga saat terjadi hujan tidak mengakibatkan banjir,” katanya, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga: Banjir Bandang Berpotensi Besar Terjadi di Sleman
Selain itu menurut Antoni bagi kapanewon yang berpotensi mengalami longsor pun telah dipasang beberapa bronjong untuk mencegah terjadinya longsor. Dia pun menuturkan bahwa bagi masyarakat yang wilayahnya memerlukan bronjong, dapat dilakukan pengajuan ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul.
Menurutnya, beberapa early warning system (EWS) longsor dan banjir yang telah dipasang di daerah rawan bencana tersebut untuk dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Sebelumnya, kalurahan dengan potensi bencana longsor dan banjir pun telah diberikan pelatihan kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana.
Baca Juga: Banjir Bandang Bisa Menerjang Jogja karena Beberapa Alasan Ini
Dia pun meminta masyarakat mewaspadai adanya angin kencang selama awal musim penghujan. Dia meminta masyarakat memangkas pohon yang telah lapuk dan tinggi, sehingga ketika terjadi angin kencang tidak membahayakan.
Dia pun menyampaikan masyarakat dapat meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Bantul atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul untuk melakukan penebangan atau pemangkasan dahan pohon.
“Harapannya masyarakat tetap bersiap siaga menghadapi peralihan musim kemarau ke musim penghujan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai mengganti 50 bentor di Malioboro menjadi becak listrik bantuan PT KAI untuk mendukung transportasi ramah lingkungan
Simulasi ancaman bom pesawat digelar TNI AU di Malang untuk menguji kesiapsiagaan personel menghadapi aksi teror penerbangan.
KY menerima 592 laporan dugaan pelanggaran etik hakim hingga Juni 2026. Sebanyak 80 laporan diproses, lima hakim dipecat tidak hormat.
Mahfud MD menilai dugaan korupsi MBG berakar dari lemahnya tata kelola BGN sejak awal. Ia menyebut berbagai masalah sudah terlihat sejak program dimulai.
Menkeu Purbaya mendorong aturan sanksi bagi importir yang terlalu lama menimbun barang di Pelabuhan Tanjung Priok guna mengurangi penumpukan kontainer.
PJJ Informatika UII menggelar pelatihan jaringan komputer di Bogor. Peserta belajar Docker, FTTH, hingga otomasi n8n untuk kebutuhan industri digital.