Advertisement
Efek El Nino dan Gangguan Cuaca Produksi Cabai di Sleman Turun 20 Persen

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memperkirakan produksi cabai di wilayahnya turun sebanyak 2.281,3 ton pada 2023. Penurunan produktivitas cabai ini disebabkan karena gangguan cuaca dan dampak dari el nino.
Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, adanya el nino dan gangguan cuaca telah berdampak kepada penurunan produktivitas cabai di wilayahnya. Jika pada 2022, Sleman mampu memproduksi 11.406,6 ton, maka pada 2023 produksi itu diperkirakan turun sekitar 20% atau 2.281,3 ton atau total produktivitas cabai pada 2023 adalah sebesar 9.125,3 ton. "Penurunan itu karena adanya dampak el nino dan perubahan cuaca," katanya, Kamis (16/11/2023).
Advertisement
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit di Sleman Makin Pedas, Disperindag Tak Bisa Intervensi
Menurut dia, selama ini produksi cabai ada di 17 kapanewon di Bumi Sembada. Di mana, daerah yang selama ini jadi sentra produksi berada di Kapanewon Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Turi, Sleman, dan Tempel. Sedangkan jenis cabai yang berkembang di Kabupaten Sleman adalah cabai rawit dan cabai keriting.
Sebelum adanya gangguan cuaca dan el nino, dinas mencatat produksi cabai di Sleman cenderung stabil. "Karena adanya penerapan pola tanam. Di mana rata-rata produksi per bulan ada lahan cabai 300 hektare," jelasnya.
Suparmono mengatakan, selama ini para petani telah mengoptimalkan keberadaan pasar lelang dan titik kumpul cabai berperan penting bagi petani dalam meningkatkan posisi tawar. Dimana, titik kumpul ini adalah tempat singgah sementara untuk cabai sebelum dikirim ke pembeli yang sudah memenangi lelang. Cabai hasil lelang rata-rata dikirim ke beberapa pasar induk di Jakarta.
Sedangkan dinas telah melakukan berbagai upaya agar produksi cabai di tahun ini tetap terjaga. Supramono menyebut dinas telah melaksanakan 30 kali Sekolah Lapang Budidaya Cabai dimana dalam setiap pelaksanaan dikembangkan 1,25 hektare lahan cabai dan memberikan penyuluhan terkait cara penanggulangan hama dan penyakit tanaman cabai. "Dan semua sudah dilakukan oleh teman-teman di lapangan," sambung Suparmono.
BACA JUGA: Harga Cabai Mahal, Warga Jogja Diminta Menanam di Rumah
Harga cabai naik
Sementara akibat penurunan produksi cabai di Sleman telah berdampak kepada peningkatan harga cabai di sejumlah pasar dalam beberapa waktu terakhir.
Harga cabai rawit merah di Sleman pada Kamis (16/11/2023) Rp77.350 per kilogram atau naik Rp3500 per kilogram dari harga sebelumnya. Harga cabai rawit hijau Rp67.750 per kilogram, cabai merah besar Rp59.857 per kilogram dan cabai merah keriting Rp67.375 per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, kenaikan cabai utamanya rawit baik hijau maupun merah dipengaruhi oleh faktor musim. Di mana saat ini banyak tanaman cabai rusak karena kekeringan. Di samping itu kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan dan sedikitnya stok cabai rawit di pasaran.
"Kami sendiri hanya melakukan pemantauan dan tidak melakukan operasi pasar," katanya.
Diakui oleh Mae, stok cabai rawit yang ada di sejumlah pasar di Bumi Sembada tidak sepenuhnya berasal dari DIY. Justru cabai yang ada banyak berasal dari Jawa Timur. "Cabai banyak dipasok dari Kediri, Jawa Timur. Kita juga ada lelang cabai yang peserta dari luar DIY. Kalau ketersediaan banyak, hanya saja banyak yang rusak, permintaan tidak turun," lanjutnya.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Kurnia Astuti mengatakan jika cabai rawit bukanlah kebutuhan bahan pokok. Saat ini sementara pihaknya mengamankan distribusi. "Yang penting dipastikan masih tersedia di pasar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Pembangunan Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Sebanyak 135 Lokasi pada 2026
Advertisement

Jembatan Kaca Seruni Point Perkuat Daya Tarik Wisata di Kawasan Bromo
Advertisement
Berita Populer
- Luncurkan SPPG di Tridadi Sleman, Menko Muhaimin Ungkap Efek Berantai Bagi Masyarakat
- Produk UMKM Kota Jogja Diminati Peserta Munas VII APEKSI 2025
- Investasi di Sektor Utara Gunungkidul Bakal Digenjot
- Polisi Menangkap Tiga Pelaku Penganiayaan Ojol Pengantar Makanan di Pintu Masuk UGM
- KISAH INSPIRATIF: Kartini, Penjaga Warung Sayur yang Naik Haji Tahun Ini
Advertisement