BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Rismiyati./Istimewa
GUNUNGKIDUL—BPJS Kesehatan kini berfokus pada peningkatan mutu layanan. Salah satu upayanya adalah dengan janji layanan JKN yang dideklarasikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Janji tersebut di antaranya memberikan pelayanan tanpa biaya tambahan di luar ketentuan dan memberikan layanan yang ramah tanpa diskriminasi.
Janji ini nyata dirasakan oleh keluarga Rismiyati, salah satu warga Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Dia merasakan layanan yang sangat baik dari RSUD Saptosari selama menemani ibunya berobat ke rumah sakit.
“Saya menemani ibu saya berobat ke RSUD Saptosari. Sakitnya itu karena HB (hemoglobin) sempat turun. Pertama, datang kesini pas HB di angka 4, lalu sudah bisa pulang. Setelah itu turun lagi dan harus ke rumah sakit lagi. Total bulan ini mungkin lima kali ke rumah sakit,” kata Rismiyati, Kamis (16/11/2023).
Rismiyati mengatakan, ibunya mendapatkan layanan yang sangat baik dari rumah sakit. Layanan ramah tanpa diskriminasi inilah yang diharapkan mampu dirasakan semua peserta JKN diseluruh wilayah Indonesia. Peserta berhak akan layanan yang mudah, cepat dan setara.
“Saya berterima kasih atas pelayanan dari rumah sakit. Intinya dari saya dan suster komunikasinya nyambung. Dengan dokter pun juga nyambung. Setiap kami mengalami kendala misalnya infusnya tidak jalan, tidak segan-segan suster langsung sigrak untuk datang mengecek. Jam berapa pun saya membutuhkan pelayanan dari suster, suster siap dengan sepenuh hati. Pokoknya dengan senyuman dan ramah intinya,” ujar Rismiyati.
Rismiyati mengaku puas dengan pelayanan yang ibunya terima selama menjalani perawatan di rumah sakit. “Tidak ada keluhan, saya malah berterima kasih. Rasanya kalau mau pulang malah aras-arasen. Kalau tidak sakit saya kerasan disini, karena pelayanannya bagus,” ujar Rismiyati sembari tertawa lepas.
BACA JUGA: OJK Catat Aset BPJS Kesehatan Menurun, Begini Penjelasan Dirut Ghufron
Selain mendapat pelayanan yang baik, Rimisyati juga mengatakan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan pada ia dan keluarga selama mengakses layanan kesehatan. “Kepesertaan kami di Program JKN sudah lama. Sekeluarga semua dapat kepesertaan dari pemerintah. Biaya di rumah sakit juga alhamdulillah gratis. Pelayanan di sini baik, clear tidak ada pembebanan biaya apa-apa ke kami. Dari segi fasilitas juga baik, kebersihan pun terjaga,” tegas Rismiyati.
Rismiyati pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang telah menyelenggarakan Program JKN.
“Untuk pemerintah saya ingin mengucapkan terima kasih atas adanya Program JKN ini. Sangat membantu untuk keluarga saya. Seandainya tidak ada Program JKN, satu bulan lima kali ke rumah sakit berapa biaya yang harus kami keluarkan. Pokoknya terimakasih dengan adanya Program JKN ini,” kata Rimiyati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.