Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Jalan Raya - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bekerja sama dengan Polda setempat akan mengoperasionalkan kamera pengawasan yang diintegrasikan dengan sebuah aplikasi dan bisa diakses lewat telepon pintar dalam memperlancar pengaturan arus lalu lintas di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menjelang Operasi Lilin 2023 aplikasi itu nantinya akan dikenalkan secara luas kepada publik.
Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan untuk sementara aplikasi itu dinamai Smart City. Nantinya Pemda DIY akan menggodok nama yang lebih representatif.
"Itu nantinya sebuah simulasi berapa jumlah kendaraan yang masuk dari seluruh penjuru mulai dari Prambanan, Temon, Tempel atau Kulonprogo bisa dihitung. Nanti akan kami pasang 20 titik kamera pemantau yang bisa memantau dan melihat plat nomor, wajah juga," katanya, Sabtu (24/11/2023).
Baca Juga: Dishub Bantul Siapkan Konsep Rekayasa Lalu Lintas Jelang Nataru
Menurutnya, setelah diluncurkan aplikasi ini nantinya juga bisa diakses oleh masyarakat luas. "Nanti bisa diakses masyarakat, ada akunnya. Jadi tinggal diberikan nama dan diluncurkan oleh Gubernur menjelang Nataru nanti. Ini ide Kapolda ya dan nanti sudah MoU dengan Pemda DIY, setelah itu baru akan dipublikasikan. Yang jelas sebelum Ops Lilin akan kita luncurkan. Bukan yang pertama, yang lain sudah pernah pakai," kata dia.
Menjelang masuknya masa Nataru, Ditlantas Polda DIY bersama sejumlah instansi terkait lainnya juga sudah melakukan pengecekan sejumlah jalur yang biasanya dilewati oleh pemudik maupun wisatawan. "Kita sudah survei beberapa tempat dan jalan yang geometriknya kurang baik, jalan untuk tempat wisata yang sering kali dikunjungi di pergantian tahun juga. Kita juga evaluasi analisa tahun lalu agar lebih baik," ujarnya.
Baca Juga: Polri Gandeng Google Atur Lalu Lintas Saat Nataru
Dirlantas menyatakan khusus kawasan Kota Jogja, area Tugu Malioboro dan Keraton ke depan juga akan dimaksimalkan pengaturan lalu lintas berikut pengaturan parkirnya. "Pasti di sana harus dipastikan kelancarannya. Jalan Pasar Kembang kan sudah ada pengaturan khusus. Intinya kita akan kerja sama dengan berbagai instansi dalam melakukan pola yang terbaik dan antisipasi dengan teman-teman hotel ke depannya," ucapnya.
Baca Juga: Selama Libur Nataru, KAI Tambah Intensitas Perjalanan Kereta Api
Sekda DIY Beny Suharsono menjelaskan akan coba melihat dan menganalisa apakah setelah pandemi kebiasaan masyarakat untuk berwisata sudah tinggi. "Kalau tinggi tentu kita harus atur ritme pemecahan apa lagi kerumunan ya walaupun nantinya sulit. Tapi akan coba kita atur lah. Kita akan konsolidasi kan semua pihak juga kabupaten/kota terutama yang masuk menjelang Nataru coba kita melakukan pemecahan," jelasnya.
Beny berharap ke depan ada terobosan dari pihak-pihak terkait agar pengunjung atau wisatawan bisa memantau kapasitas parkir di wilayah setempat. "Dengan demikian misalnya kalau tinggal sedikit kapasitas parkirnya bisa disetop masuk kota, arahkan ke tempat lain. Harusnya kan bisa seperti itu kita. Kalau sekarang kan pas sudah masuk baru bisa melihat kapasitas parkir berapa makanya macet," pungkas Beny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Jusuf Hamka resmi menjadi anggota Wantimpres Prabowo. Simak profil, bisnis jalan tol, kiprah politik, dan perjalanan hidup Babah Alun.
Pemkot Magelang menyiapkan lima kampung wisata dari delapan kelurahan nominasi. Penetapan dilakukan melalui SK Wali Kota Magelang.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut gaji manajer KDKMP bersumber dari APBN dengan pendapatan Rp6,8 juta-Rp8,3 juta per bulan.
Dinkes Semarang menyebut kualitas udara radius 2 km TPA Jatibarang tidak sehat usai kebakaran, warga diminta waspadai gangguan pernapasan.
Polda Sumut menyita 244 kg sabu dari tiga kasus berbeda di Asahan, Aceh Timur, dan Langkat. Sebanyak sembilan tersangka diamankan.