Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat di Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman pada Sabtu (25/11/2023)./Istimewa-Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menyerahkan bantuan sosial bedah warung kepada puluhan pengelola warung kelontong di Sleman.
Bantuan diserahkan untuk memenuhi standar warung yang layak kepada masyarakat miskin atau rentan miskin di Sleman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi menjelaskan bantuan sosial bedah warung kelontong diserahkan kepada penerima yang masuk kriteria. Kriteria penerima bansos telah disebutkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman.
Pada kesempatan ini, bantuan sosial bedah warung bagi ke dalam empat zona penerima, meliputi zona Sleman tengah, barat, timur dan utara.
Masing-masing zona akan mendapatkan alokasi 17 bantuan yang diberikan kepada 17 warung kelontong. Total bantuan yang disalurkan kepada 68 warung kelontong di Kabupaten Sleman.
"Selain mendapat bantuan berupa bedah warung fisik, pengelola [warung] juga mendapatkan bantuan melalui pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan warung, pembinaan tata kelola, pencataatan keuangan sederhana, jejaring usaha dan motivasi usaha yang diperlukan pengelola warung klontong," kata Mae, ada di Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman, Sabtu (25/11/2023).
Tak hanya itu, ada pula bantuan dari Baznas Sleman berupa modal voucher belanja melalui program Warung Berkah Baznas.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Bedah Warung Kelontong agar Bisa Naik Kelas
Bantuan tersebut diberikan kepada 35 pengelola warung yang masuk dalam syarat dan kriteria yang telah ditentukan. Masing-masing pengelola menerima voucer sebesar Rp3 juta.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan jika bantuan yang diberikan menjadi wujud dukungan Pemkab Sleman terhadap pengelola warung kelontong atau tradisional. Bantuan tersebut diupayakan dapat menarik pelanggan lebih banyak di warung kelontong yang khususnya dimiliki oleh pengelola dalam kategori kurang mampu.
Kustini mengimbau bantuan yang diserahkan nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik. "Silakan dikelola warung yang dimiliki dengan semenarik mungkin, mulai dari kebersihannya, penataan, layanannya hingga manajemen administrasinya. Sehingga kami harap bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Sleman," tandasnya.
Dengan aktif memanfaatkan bantuan juga menjaga kualitas usaha yang dimiliki, Kustini berharap warung kelontong Sleman tak kalah saing dengan minimarket jejaring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Veda Ega Pratama memburu kebangkitan di Moto3 Jerman 2026 setelah gagal finis di Assen. Sachsenring menjadi sirkuit yang menyimpan kenangan manis bagi rider asa
Pemda DIY menyatakan belum menerima arahan resmi terkait pengurangan SPPG maupun perubahan penerima Program Makan Bergizi Gratis. Program MBG tetap berjalan.
Simak rekomendasi laptop kuliah 2026 dengan harga Rp4 juta hingga Rp8 juta. Cocok untuk tugas, kelas online, presentasi, hingga kebutuhan multitasking mahasiswa
Korlantas Polri mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap hoaks pemutihan pajak kendaraan yang beredar di media sosial karena berpotensi mencuri data pribad
Lionel Messi membantah kemenangan Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 diwarnai kontroversi. Ia menilai keputusan wasit sudah tepat dan diduk