Advertisement
Menkes Budi Gunadi Tegaskan Penurunan DBD di Jogja Karena Penerapan Wolbachia UGM

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengemukakan anomali kasus dengue di Jogja yang turun di bawah incindent rate global 10 per 100.000 populasi disebabkan oleh implementasi program penelitian bakteri Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Anomali yang terjadi di Jogja, yang berhasil menurunkan incident rate di bawah standar dunia secara konsisten, ini ternyata disebabkan oleh implementasi program penelitian Wolbachia dari teman-teman kita di UGM," kata Budi Gunadi Sadikin melalui postingan Instagram di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Advertisement
BACA JUGA : Tegaskan Wolbachia di Jogja Terbukti Ampuh Tangkal DBD, Dinkes: 2023 Hanya 85 Kasus DBD
Ia mengatakan insiden rate dengue di Indonesia terus menjauh dari standar dunia sejak 1968, walaupun intervensi seperti fogging atau pengasapan, larvasida/abate, hingga 3M Plus telah dicoba.
Insiden rate dengue di Indonesia saat ini berada pada angka 28,5 per 100.000 populasi. Bahkan, angka tersebut di Jogja pernah menyentuh 300 sampai 400 per 100.000 populasi, kata Budi menambahkan.
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes RI melaporkan laju kasus dengue di Indonesia rata-rata mencapai 74.000 hingga 140.000 per tahun.
Kasus dengue pada Januari hingga November 2023 mencapai 76.449 pasien dengan 571 kasus kematian.Angka itu berhasil ditekan hingga separuh dari capaian kasus di 2022 sebanyak 143.300 pasien dengan 1.236 kematian, berkat intervensi pengasapan, larvasida, pemakaian kelambu, 3M plus, hingga Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik.
"Bila kita ingat kematian anak di gagal ginjal akut berjumlah 200an orang, sedih rasanya melihat ribuan kematian anak-anak karena dengue. Maka kita tiru suksesnya Jogja menyelamatkan nyawa anak-anak mereka," katanya.
BACA JUGA : Nyamuk dengan Wolbachia Siap Disebar di Ibu Kota, Dinkes Pastikan Aman
Budi mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan program wolbachia dalam menekan replikasi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
"Kebanyakan anak-anak yang wafat setiap tahun karena dengue. Kami menerapkan program wolbachia yang sukses di Jogja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Penjualan Tiket Bus Lebaran di Sukoharjo Lesu, Banyaknya PHK Diduga Jadi Penyebab
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Belum Simpulkan Penyebab Kematian Warga Wonogiri yang Ditemukan di Kali Code
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
Advertisement
Advertisement