Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak lima belas kalurahan di Kabupaten Kulonprogo mendapat bantuan perangkat komputer lengkap termasuk printer dan dana pendukung Rp300 juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk & KB), Susilo Ari Wibowo mengatakan lima belas kalurahan yang mendapat bantuan antara lain Kalurahan Triharjo, Karangwuni, Garongan, Bojong, Pleret, Bumirejo, Gulurejo, Srikayangan, dan Kaliagung. Selain itu masih ada Kalurahan Krembangan, Hargotirto, Hargomulyo, Temon Kulon, Janten, dan Plumbon.
“Nama programnya bantuan sarana prasarana ruang komunitas digital desa. Jadi itu program Kemendes PDTT, pilot project untuk bisa mengembangkan desa cerdas,” kata Susilo, Rabu (29/11/2023).
Susilo menambahkan program tersebut telah dimulai sejak dua tahun lalu melalui rangkaian pelatihan. Kata dia, ada beberapa kriteria yang menjadi ukuran untuk mendapatkan program tersebut. Di DIY, hanya Kulonprogo dan Gunungkidul yang mendapat program dan bantuan sarana tersebut.
Pasca bantuan tersebut, Pemkab Kulonprogo tidak akan melepas begitu saja lima kalurahan tersebut. Ada pendampingan yang akan dilakukan melalui tim pendamping desa. Tahun 2024, bantuan masih akan diberikan di Kulonprogo. “Bantuannya dua fase. Fase pertama tahun ini, fase kedua tahun depan. Total desa sasaran ada sekitar 30 kalurahan,” katanya.
Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital yang signifikan belum dioptimalkan di pedesaan. Banyak desa yang belum menggunakan teknologi digital ini untuk mempercepat pembangunan desa dan penunjang pemberdayaan masyarakat perdesaan.
Padahal, menurut Susilo potensi desa seperti di sektor pariwisata dapat dimaksimalkan pengembangan dan pemanfaatannya melalui sarana digital. Dari sinilah keberadaan Desa Cerdas diperlukan sebagai upaya bagi desa untuk memulai transformasi digital. Dengan begitu dapat mengakselerasi pembangunan desa sekaligus mendukung proses pemberdayaan masyarakat menjadi lebih baik, cerdas, dan berkualitas.
“Harapan dari Pemkab Kulonprogo, prinsipnya menginginkan program itu dapat menghasilkan. Pertama ada tenaga atau SDM di masing-masing desa yang punya kemampuan untuk mempromosikan diri potensi desa,” ucapnya.
Sedangkan, Lurah Karangwuni, Anwar Musadad mengatakan bantuan Kemendes PDTT akan difokuskan untuk memahamkan pemuda tentang segala bentuk digitalisasi. Salah satu keluaran atau output yang direncanakan adalah pemuda menjadi bagian dari tim promosi kalurahan. “Soalnya di Kalurahan Karangwuni itu banyak sekali produk-produk yang dihasilkan seperi olahan cabe dan kelor,” kata Anwar.
Dia mengaku upaya digitalisasi telah dimulai dengan kerja sama Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Karangwuni dengan Universitas Gajah Mada (UGM) melalui program satu kalurahan satu data (Sakata).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian