Advertisement

Kemendes PDTT Berikan Bantuan kepada 15 Kalurahan di Kulonprogo

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 29 November 2023 - 22:07 WIB
Maya Herawati
Kemendes PDTT Berikan Bantuan kepada 15 Kalurahan di Kulonprogo Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak lima belas kalurahan di Kabupaten Kulonprogo mendapat bantuan perangkat komputer lengkap termasuk printer dan dana pendukung Rp300 juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk & KB), Susilo Ari Wibowo mengatakan lima belas kalurahan yang mendapat bantuan antara lain Kalurahan Triharjo, Karangwuni, Garongan, Bojong, Pleret, Bumirejo, Gulurejo, Srikayangan, dan Kaliagung. Selain itu masih ada Kalurahan Krembangan, Hargotirto, Hargomulyo, Temon Kulon, Janten, dan Plumbon.

Advertisement

“Nama programnya bantuan sarana prasarana ruang komunitas digital desa. Jadi itu program Kemendes PDTT, pilot project untuk bisa mengembangkan desa cerdas,” kata Susilo, Rabu (29/11/2023).

Susilo menambahkan program tersebut telah dimulai sejak dua tahun lalu melalui rangkaian pelatihan. Kata dia, ada beberapa kriteria yang menjadi ukuran untuk mendapatkan program tersebut. Di DIY, hanya Kulonprogo dan Gunungkidul yang mendapat program dan bantuan sarana tersebut.

Pasca bantuan tersebut, Pemkab Kulonprogo tidak akan melepas begitu saja lima kalurahan tersebut. Ada pendampingan yang akan dilakukan melalui tim pendamping desa. Tahun 2024, bantuan masih akan diberikan di Kulonprogo. “Bantuannya dua fase. Fase pertama tahun ini, fase kedua tahun depan. Total desa sasaran ada sekitar 30 kalurahan,” katanya.

BACA JUGA: Rute Jalur Alternatif ke Gunungkidul Hindari Tanjakan Piyungan-Patuk, Lewat Jembatan Sembada Handayani

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital yang signifikan belum dioptimalkan di pedesaan. Banyak desa yang belum menggunakan teknologi digital ini untuk mempercepat pembangunan desa dan penunjang pemberdayaan masyarakat perdesaan.

Padahal, menurut Susilo potensi desa seperti di sektor pariwisata dapat dimaksimalkan pengembangan dan pemanfaatannya melalui sarana digital. Dari sinilah keberadaan Desa Cerdas diperlukan sebagai upaya bagi desa untuk memulai transformasi digital. Dengan begitu dapat mengakselerasi pembangunan desa sekaligus mendukung proses pemberdayaan masyarakat menjadi lebih baik, cerdas, dan berkualitas.

“Harapan dari Pemkab Kulonprogo, prinsipnya menginginkan program itu dapat menghasilkan. Pertama ada tenaga atau SDM di masing-masing desa yang punya kemampuan untuk mempromosikan diri potensi desa,” ucapnya.

Sedangkan, Lurah Karangwuni, Anwar Musadad mengatakan bantuan Kemendes PDTT akan difokuskan untuk memahamkan pemuda tentang segala bentuk digitalisasi. Salah satu keluaran atau output yang direncanakan adalah pemuda menjadi bagian dari tim promosi kalurahan. “Soalnya di Kalurahan Karangwuni itu banyak sekali produk-produk yang dihasilkan seperi olahan cabe dan kelor,” kata Anwar.

Dia mengaku upaya digitalisasi telah dimulai dengan kerja sama Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Karangwuni dengan Universitas Gajah Mada (UGM) melalui program satu kalurahan satu data (Sakata).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Presiden Memastikan Upacara 17 Agustus di IKN Sudah Dirancang Detail

News
| Kamis, 29 Februari 2024, 18:17 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement