Advertisement

Selesaikan Polemik Renang Popkab, Bupati Sleman Janji Evaluasi SDM

Jumali
Kamis, 30 November 2023 - 14:57 WIB
Arief Junianto
Selesaikan Polemik Renang Popkab, Bupati Sleman Janji Evaluasi SDM Ilustrasi renang. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Kejuaraan renang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Sleman yang digelar Pemkab Sleman viral di media sosial. Salah satu peserta yang finis di urutan kedua untuk kelas 100 meter justru tidak masuk ke dalam daftar juara.

Padahal keluarga dan penonton yang menyaksikan perlombaan itu, yang bersangkutan jelas finis di urutan kedua. Bahkan keluarga pun sempat menunjukkan dokumentasinya.

Advertisement

Walhasil, kejadian itu viral di media sosial. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo telah memerintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk melakukan mediasi antara pihak orang tua atlet muda bernama Ghiyats Gajaksahda alias Egi tersebut dan panitia.

Dari mediasi yang dilakukan di kantor Dispora Sleman, Kamis (30/11/2023) dicapai kesepakatan bahwa Egi tetap meraih juara II. Dengan begitu, dipastikan ada dua atlet yang meraih juara II.

“Sejak senin [27/11] saya sudah dapat laporan. Dan sudah saya perintahkan agar segera di mediasi. Dan hari ini sudah dilakukan [mediasi], Alhamdulilah hasilnya diputuskan juara II-nya bersama,” ucap Kustini Sri Purnomo, Kamis (30/11/2023).

BACA JUGA: Ratusan Atlet Renang Perebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X

Kustini juga dengan tegas menampik adanya tudingan kecurangan dalam lomba tersebut sehingga Egi sempat tidak mendapatkan juara. Dari hasil mediasi, didapatkan keterangan adanya human eror dari perangkat pertandingan maupun proses sebelum kejuaran sehingga terjadi kesalahan. “Tidak ada kecurangan. Tapi ada human eror sehingga ada kesalahan. Dan ini yang jadi evaluasi kita ke depan yang harus diperbaiki,” terang Kustini.

Ke depan, kata Kustini, pihaknya akan memerintahkan dinas terkait melakukan evaluasi dan pembenahan terutama dalam penyelenggaraan perlombaan maupun kejuaran.

“Kejadian ini tentu akan jadi evaluasi. Saya akan minta dinas atau instansi terkait yang akan menyelenggaraan perlombaan semacam ini perlu untuk cermat. Tentu dibarengi upgrading sumber daya perwasitan, kepelatihan, pengelolaan dan penggunaan teknologi dalam penilaian sistem olahraga,” tambah Kustini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement