Advertisement
Ratusan Warga Gunungkidul Meninggal Dunia Akibat Terjangkit HIV-Aids

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga sekarang ada 972 kasus HIV/Aids. Adapun korban meninggal mencapai 152 orang.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi mengatakan, kasus HIV/Aids di Gunungkidul terus bertambah. Namun, pertambahannya terus flutuatif dari tahun ke tahun.
Advertisement
Sejak 2006 hingga sekarang tercatat ada sebanyak 972 kasus. Rinciannya, pasien HIV sebanyak 662 orang dan kasus Aids sebanyak 310 orang.
BACA JUGA : Komunitas Harus Jadi Garda Terdepan Dalam Upaya Akhiri AIDS
Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini bisa berujung fatal apabila tidak dilakukan pencegahan dan pengobatan. Pasalnya, hingga sekarang sudah ada 152 kasus kematian akibat HIV/Aids.
“Tentunya yang sudah terjangkit harus terus mendapatkan perawatan guna bertahan hidup,” kata Yuyun, Jumat (1/12/2023).
Dia menjelaskan, langkah paling efektif untuk penanggulangan dengan berperilaku seks yang sehat. Tidak bergonta-ganti pasangan sehingga mengurangi risiko penularan.
“Setia pada pasangan adalah cara paling ampuh untuk mengurangi risiko penularan. Selain itu, juga ada upaya skrining ke daerah rawan seperti lapas, tempat wisata dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Selain itu, dinas Kesehatan juga fokus penanganan pada ibu dan bayi sehingga rutin melakukan tes VCT pada saat kehamilan. “Tentu juga ada upaya notifikasi terhadap orang yang hidup dengan HIV/Aids,” katanya.
Diharapkan dengan berbagai upaya ini maka bisa mencapai target zero kasus baru dan kematian akibat HIV/Aids yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat. “Berbagai upaya terus dilakukan dengan sosialisasi ke Masyarakat. Tapi, untuk pelaksanaan juga membutuhkan partisipasi aktif dari Masyarakat,” katanya.
BACA JUGA : Transmisi HIV dari Ibu ke Anak Masih Terjadi di Indonesia
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S. Menurut dia, kasus HIV/Aids masih terus bertambah di setiap tahunnya sehingga mejadi perhatian serius untuk penanggulangan.
Menurut dia, upaya pencegahan sudah dilakukan dengan Menyusun raperda inisiatif tentang penanggulangan HIV/Aids. Regulasi ini bisa menjadi pedoman dalam pencegahan penyebaran penyakit ini.
“Sudah selesai dibahas dan sekarang masih proses fasilitasi oleh gubernur untuk kemudian bisa ditetapkan menjadi perda baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement