Advertisement

Komunitas Harus Jadi Garda Terdepan Dalam Upaya Akhiri AIDS

Media Digital
Jum'at, 01 Desember 2023 - 07:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Komunitas Harus Jadi Garda Terdepan Dalam Upaya Akhiri AIDS HIV/AIDS - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

JOGJA–Pemerintah telah menetapkan target untuk mengakhiri AIDS di tahun 2030. Komunitas memegang peran strategis dalam upaya mencapai target tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2023 yang digagas CD Bethesda Yogyakarta dan Jaringan Advokasi HIV AIDS (JAVA) DIY, Ghanis Kristia dalam keterangan persnya.

Advertisement

"Komunitas dapat mengakhiri AIDS bila diberikan kesempatan untuk memimpin. Organisasi masyarakat yang hidup dengan HIV, atau terkena dampak HIV adalah garda terdepan dalam penanggulangan HIV," papar Ghanis.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca di DIY Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang, Berikut Lokasinya

Project Manager Community Development (CD) Bethesda ini mengatakan, partisipasi masyarakat merupakan aspek yang potensial untuk menunjang upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Bahkan, selama ini upaya promotif dan preventif cenderung banyak dilakukan oleh sektor komunitas.

Dalam keterangan persnya Ghanis Kristia menyatakan, Hari AIDS Sedunia yang diperingati 1 Desember 2023 ini juga mengusung tema “Bergerak Bersama Komunitas”. Diharapkan, peringatkan kali ini akan menjadi momentum penting bagi komunitas untuk mengambil peran dalam upaya penanggulangan HIV.

Sementara itu, Koordinator JAVA DIY Agus Triyanto mengatakan, komunitas dapat menghubungkan orang dengan HIV (ODHIV) dengan layanan kesehatan. “Harapannya, komunitas membantu ODHIV memperoleh pelayanan yang manusiawi, membangun kepercayaan, memantau pelaksanaan kebijakan dan layanan, hingga meminta pertanggungjawaban penyedia layanan,” kata Agus.

Rangkaian kegiatan memperingati Hari AIDS Sedunia 2023 yang diusung CD Bethesda dan Jaringan Advokasi HIV AIDS (JAVA) DIY ini antara lain Lomba Video Pendek tentang “Kepemimpinan Komunitas dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS”, pendidikan HIV dan AIDS bagi remaja gereja, serta talkshow dan bazaar komunitas yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS DIY.

Secara kumulatif, hingga bulan September 2023 jumlah kasus HIV di Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebanyak 7.446 kasus, sebanyak 2.212 diantaranya merupakan kasus AIDS. Sementara jumlah layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan DIY adalah 123 layanan, dan yang sudah melayani pasien sebanyak 74 layanan atau sekitar 60 persen. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gibran Enggan Beberkan Hasil Pembahasan Kementerian Baru dengan Prabowo di Kartanegara

News
| Sabtu, 24 Februari 2024, 08:27 WIB

Advertisement

alt

Pelancong Masuk ke Thailand Diwajibkan Bawa Uang Tunai Minimal Rp6,7 Juta

Wisata
| Jum'at, 23 Februari 2024, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement