Advertisement

Stok Pangan Jelang Nataru di Bantul Aman Meski Harga Masih Tinggi

Lugas Subarkah
Selasa, 05 Desember 2023 - 06:37 WIB
Ujang Hasanudin
Stok Pangan Jelang Nataru di Bantul Aman Meski Harga Masih Tinggi Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Ketersediaan bahan pokok pangan menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di Bantul sejauh ini dipastikan aman. Meski demikian harga beberapa komoditas masih cenderung tinggi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan sampai minggu pertama Desember ini, semua komoditas masih tersedia. “Berdasarkan pemantauan barang kebutuhan pokok di lima pasar besar, ketersediaannya memang tersedia,” ujarnya, Senin (4/12/2023).

Advertisement

Meski demikian, beberapa komoditas saat ini harganya masih cenderung tinggi, diantaranya beras, cabai dan gula. “Memang permasalahan ini mungkin nasional atau bahkan global, karena berkait faktor iklim, geopolitik global dan sebagainya,” katanya.

Ia menyebutkan pada beras medium, harganya di kisaran Rp13.000-Rp13.500 per Kg. kemudian untuk cabai rawit merah yang kondisinya segar dan bagus, harganya dikisaran Rp60.000 per kg. Sedangkan untuk gula pasir Rp17.000 per kg.

Menurutnya, harga ketiga komoditas tersebut sudah stabil di angka itu dari beberapa pekan belakangan. Ia belum bisa memastikan apakah harga tersebut masih akan bertahan sampai pergantian tahun atau malah justru naik.

“Kami tidak bisa memprediksi, tapi kami melihat di beberapa tempat mulai panen cabai. Mudah-mudahan nanti tidak terlalu tinggi untuk cabai. Termasuk Bantul juga sudah panen cabai, sebagian petani di pesisir menanam cabai, semoga itu bisa mensuport kebutuhan masyarakat Bantul,” paparnya.

BACA JUGA: Demi Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pasar Murah Terus Digencarkan di Bantul

Menanggulangi tingginya harga beberapa komoditas tersebut, operasi pasar digelar di sejumlah wilayah. “Kami selalu melakukan operasi pasar. Termasuk nanti kita laksanakan di eks pasar Imogiri pada 6 Desember. Kemaren juga sudah kami lakukan di Dlingo,” ungkapnya.

Kedua wilayah tersebut dipilih untuk operasi pasar karena termasuk kapanewon dengan angka kemiskinannya cukup tinggi. Dalam operasi pasar itu disediakan beberapa bahan pokok diantaranya beras, gula, minyak, bawang merah dan sebagainya.

Operasi pasar menggunakan beberapa skema, diantaranya dari Pemda DIY memberikan subsidi ongkos kirim pada distributor, sehingga harganya lebih murah. “Ada juga menggunakan skema beras SPHP [Stabilisasi Pasokan Harga Pangan],” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Konser Kali Kedua di Jakarta, Ed Sheeran Gunakan Music Performer Visa

News
| Senin, 04 Maret 2024, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement